Peristiwa Internasional

Panduan di Masjidil Haram Agar Jemaah Haji Tidak Terpisah Rombongan

Sabtu, 01 Juni 2024 - 15:03 | 13.48k
Layanan jemaah Haji Indonesia di Makkah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Layanan jemaah Haji Indonesia di Makkah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, jumlah jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Makkah per 31 Mei 2024 mencapai 139.458 orang, tersebar dalam 360 kelompok terbang (kloter).

Jemaah haji Indonesia menempati 170 pemondokan di lima wilayah di Makkah, termasuk Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Rei Bakhsy. Namun, dengan bertambahnya jumlah jemaah yang memasuki kota suci tersebut, Masjidil Haram menjadi semakin padat.

Kepala Daerah Kerja Makkah, Khalilurrahman, menyatakan bahwa di tengah kepadatan Masjidil Haram, seringkali ditemukan jemaah haji Indonesia yang terpisah dari rombongan, terutama jemaah lanjut usia. Untuk mengatasi hal ini, Khalil menyampaikan beberapa langkah yang perlu dilakukan. 

"Pertama, pastikan kita menguasai areal Masjidil Haram dan mengenali pintu-pintu serta spot-spot utama. Kedua, tenangkan jemaah yang terpisah dan bantu mereka ke tempat yang aman sambil memberikan minum dan makanan jika diperlukan," kata Khalil. 

Khalil menyampaikan panduan ketiga, tanyakan nama, asal daerah, dan nomor kloter jemaah, dan cocokkan dengan tanda pengenal yang mereka kenakan. Keempat, jika jemaah membawa kartu identitas haji, scan barcode menggunakan aplikasi Haji Pintar untuk mendapatkan informasi dan hubungi petugas kloter.

"Terakhir, temani jemaah sampai petugas kloter datang untuk serah terima, atau antar mereka ke pos Sektor Khusus Masjidil Haram di terminal Syib Amir," kata Khalil. 

Khalil juga menegaskan bahwa tidak perlu panik jika terpisah dari rombongan karena petugas Kementerian Agama telah tersebar di seluruh Masjidil Haram. Mereka dapat dikenali dengan seragam rompi hitam bertuliskan "Petugas Haji Indonesia" atau baju putih berkerah batik.

Bagi jemaah yang kesulitan menemukan petugas, Khalil menyarankan untuk menggunakan aplikasi "Kawal Haji" untuk melaporkan posisi mereka, sehingga petugas dapat segera merespons.

Aplikasi "Kawal Haji" merupakan salah satu inisiatif Kementerian Agama untuk memudahkan jemaah dalam menyampaikan berbagai persoalan selama ibadah haji, sejalan dengan komitmen untuk meningkatkan pelayanan haji.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES