Peristiwa Internasional Info Haji 2024

Tips Jaga Ritme Ibadah Jemaah Sebelum Puncak Haji

Senin, 03 Juni 2024 - 16:01 | 15.62k
Jemaah haji Indonesia mengambil miqat di Masjid Tanim sebelum umrah Sunnah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Jemaah haji Indonesia mengambil miqat di Masjid Tanim sebelum umrah Sunnah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, MADINAH – Menjaga kesehatan adalah kunci utama bagi jemaah haji untuk menjalani ibadah dengan lancar hingga puncak haji. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah haji Indonesia untuk menjaga ritme ibadah sebelum puncak haji.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurrahman, menyampaikan pentingnya hal ini dalam sebuah pernyataan di Makkah pada Sabtu (1/6/2024).

“Kami mengimbau kepada jemaah haji Indonesia untuk menjaga ritme ibadah sebelum puncak haji. Keluarga jemaah agar juga ikut mengingatkan agar mereka tidak memaksakan diri melaksanakan umrah sunnah berlebihan,” kata Khalilurrahman. 

Menjaga ritme ibadah bukan hanya soal mengurangi intensitas kegiatan religius, tetapi juga memastikan bahwa fisik dan mental jemaah tetap prima menjelang puncak haji. Khalilurrahman mengingatkan bahwa puncak haji, yaitu wukuf di Arafah, masih cukup lama.

"Apalagi kami mendapatkan informasi ada jemaah yang tiap hari melaksanakan umrah sunnah. Sementara prosesi puncak haji masih kurang dari hampir dua minggu lagi,” tutur Khalil, sapaan akrabnya.

Dalam pernyataannya, Khalilurrahman juga mengimbau keluarga jemaah yang ada di rumah untuk mengingatkan orang tua mereka yang sedang berhaji. Ini sangat penting, terutama bagi jemaah yang berisiko tinggi agar tidak memaksakan diri melaksanakan umrah sunnah secara berlebihan.

"Siapkan fisik, agar nanti bisa melaksanakan wukuf di Arafah. Ingatkan jemaah bahwa mereka datang ke sini untuk melaksanakan ibadah haji. Dan haji itu adalah wukuf di Arafah,” jelasnya.

Kesehatan adalah aset berharga selama menjalani ibadah haji. Khalilurrahman menekankan bahwa melakukan umrah sunnah secara berlebihan bisa berisiko terhadap kesehatan jemaah, yang dapat berakibat fatal saat puncak haji.

"Jangan sampai mereka melaksanakan umrah secara berlebihan sehingga saat puncak haji mereka tumbang, sakit, dan tidak bisa melaksanakan wukuf di Padang Arafah dengan kondisi prima," tambahnya.

Menjaga ritme ibadah tidak hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk memastikan bahwa jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan khusyuk dan sempurna. Oleh karena itu, mengikuti saran dan panduan dari petugas PPIH adalah langkah bijak bagi setiap jemaah.

Tips dari Khalilurrahman ini diharapkan dapat membantu jemaah haji Indonesia menjalani ibadah haji dengan lancar dan sehat. Ingatlah, ibadah haji bukan hanya tentang kuantitas ibadah yang dilakukan, tetapi juga tentang kualitas dan kesehatan yang harus dijaga untuk bisa melaksanakan semua rukun haji dengan sempurna. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES