Peristiwa Internasional Info Haji 2024

Sujud Syukur Nenek Kambe, Perjalanan Haji Penuh Haru dan Syukur

Kamis, 06 Juni 2024 - 16:17 | 11.36k
Nenek Kambe Lapoto Yamma, seorang lansia berusia 88 tahun, yang menjadi jemaah haji Indonesia 2024. (FOTO: MCH 2024 Kemenag RI)
Nenek Kambe Lapoto Yamma, seorang lansia berusia 88 tahun, yang menjadi jemaah haji Indonesia 2024. (FOTO: MCH 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, ARAB – Nenek Kambe Lapoto Yamma, seorang lansia berusia 88 tahun, melakukan sujud syukur begitu tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Dibantu oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Nenek Kambe turun dari kursi rodanya untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah karena telah sampai di Tanah Suci.

Saat menyapa petugas di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Rabu, 5 Juni 2024, Nenek Kambe yang tergabung dalam jemaah haji Indonesia kelompok terbang (kloter) 33 Embarkasi Makassar (UPG-33), berterima kasih dengan penuh haru.

“Terima kasih ya nak, para petugas haji pelayanannya sangat baik, nyaman dan menyenangkan," ucapnya.

Selama perjalanan dari Embarkasi Makassar hingga ke Tanah Suci, Nenek Kambe mengaku selalu mendapat bantuan dan pelayanan yang baik dari petugas haji. Ia didampingi oleh anaknya, Mustaring Sesi, yang setia menemani setiap langkah ibunya.

"Tadi saat tiba, Ibu sedikit memaksa mau turun dari kursi roda untuk sujud syukur katanya, tetapi saya takut ibu jatuh. Alhamdulillah, ada petugas haji yang membantu jadi ibu bisa sujud syukur," kata Mustaring, menggambarkan momen yang sangat mengharukan itu.

Mustaring juga memuji kesigapan dan pelayanan petugas haji kepada para jemaah, terutama mereka yang sudah lanjut usia. "Banyak kemudahan dan kenyamanan yang kami terima sebagai jemaah haji dan pendamping lansia dari petugas haji, khususnya di Bandara Jeddah ini. Sekali lagi terima kasih kami ucapkan buat para petugas PPIH," tambahnya.

Mustaring menceritakan bahwa pada tahun 2016, ia bersama tiga saudaranya mengumpulkan dana untuk mendaftarkan sang ibu yang sudah lanjut usia agar bisa pergi haji. Setahun kemudian, kakak laki-lakinya yang tertua mendaftar dengan harapan bisa mendampingi sang bunda. Namun, qadarullah, sebelum berangkat haji, sang kakak telah meninggal dunia.

"Niat kami bertiga ingin membahagiakan dan menunjukkan bakti kepada ibu yang sudah lansia agar bisa pergi haji bersama-sama. Qadarullah, sebelum dipanggil untuk berangkat, kakak laki-laki sudah meninggal," tuturnya sedih dengan pandangan sendu.

Karena kakaknya meninggal, Mustaring yang berprofesi sebagai petani diminta untuk menjadi penggantinya. Dia bersyukur karena pada waktu pelunasan biaya haji, anaknya bisa membantu dengan dana pelunasannya.

"Alhamdulillah, pas pelunasan tadi anak saya bisa bantu dana pelunasannya, dan ia juga baru lolos jadi pegawai PPPK," ujarnya dengan senyum haru.

Melihat kebahagiaan ibunya yang sudah lanjut usia bisa menunaikan ibadah haji, Mustaring tampak selalu tersenyum dan selalu mengucapkan rasa syukur atas kemudahan yang ia dan ibunya terima. Perjalanan haji mereka adalah bukti nyata dari kekuatan cinta keluarga dan tekad yang kuat untuk mewujudkan impian, sekaligus sebuah pengingat akan nikmat Allah yang tak terhingga.(*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES