Peristiwa Internasional Info Haji 2024

PPIH Arab Saudi dan Pimpinan Maktab Bahas Skema Pergerakan dan Layanan di Armuzna

Jumat, 07 Juni 2024 - 08:31 | 11.35k
Pertemuan PPIH Arab Saudi dan Pimpinan Maktab jelang puncak haji di Armuzna, Kota Makkah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Pertemuan PPIH Arab Saudi dan Pimpinan Maktab jelang puncak haji di Armuzna, Kota Makkah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pada penyelenggaraan haji tahun 1445 H/2024 M, terdapat perubahan signifikan dalam persiapan pelayanan jemaah haji Indonesia. Untuk pertama kalinya, unsur pimpinan dari 73 maktab yang memberikan layanan kepada jemaah haji Indonesia bertemu dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dalam satu forum. 

Bahas Distribusi Smart Card dan Skema Pergerakan Jemaah

Pertemuan ini membahas persiapan layanan menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Salah satu topik utama yang dibahas adalah distribusi smart card yang baru diberlakukan tahun ini dan penggunaannya dalam pergerakan jemaah.

Maktab adalah pihak yang membantu Masyariq dalam memberikan layanan kepada jemaah haji Indonesia. Total ada 73 maktab yang melayani jemaah haji Indonesia.

Biasanya, komunikasi antara Masyariq, maktab, dan PPIH lebih sering terjadi di level pimpinan, sementara komunikasi antar petugas di lapangan sangat jarang. Untuk mengatasi hal ini, PPIH Arab Saudi menginisiasi pertemuan ini.

Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji Kemenag, Hilman Latief, menyampaikan pentingnya pertemuan ini untuk memperbaiki komunikasi dan koordinasi antara petugas.

"Sepanjang pengetahuan saya, forum semacam ini baru dilakukan sepanjang sejarah penyelenggaraan ibadah haji," katanya dalam sambutannya di Makkah, Kamis, 6 Juni 2024, malam. 

Hadir dalam pertemuan ini adalah Sekjen Kemenag M. Ali Ramdhani, Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim, para Staf Khusus Menteri Agama, pejabat Eselon II Kemenag, Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro, serta Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam.

Hilman Latief menegaskan bahwa kurangnya komunikasi yang baik antara petugas tahun lalu tidak boleh terulang.

"Forum ini diharapkan dapat menjadikan komunikasi semakin lancar, erat, dan kuat," ujarnya. 

Ia juga menyatakan bahwa keberhasilan dalam tugas melayani jemaah membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk dengan Masyariq dan Maktab. Kerja sama ini harus diawali dengan saling mengenal antar petugas dan pimpinan maktab.

Komitmen Peningkatan Layanan dan Inovasi

Hilman mengapresiasi berbagai inovasi dan sinergi yang dilakukan oleh Masyariq dan pimpinan maktab.

"Tahun ini kita bahkan melakukan beberapa kegiatan dan pelatihan untuk petugas haji. Kali ini bertemu untuk berta'aruf," katanya.

Ketua Masyariq, Amin Indragiri, juga menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan terbaik kepada jemaah dan bersinergi dengan petugas.

"Kami berjanji untuk menerima seluruh petugas di maktab dan memberikan layanan sesuai perjanjian Masyariq dan Kemenag," ujarnya.

Penempatan Petugas di Tenda Jemaah

Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam, menyampaikan bahwa pertemuan ini diadakan untuk memperkuat sinergi dalam persiapan puncak haji. PPIH akan menempatkan petugas di tenda jemaah, dengan setiap petugas menangani dua tenda.

"Dari 73 maktab, total ada 1.269 tenda di Arafah. Setiap dua tenda ada satu petugas. Setiap maktab ada koordinator maktab," jelas Nasrullah. Kehadiran petugas di tenda untuk memastikan bahwa mereka bersinergi dengan pimpinan maktab dalam melayani jemaah.

Nasrullah juga mengingatkan pihak maktab untuk tidak memasukkan jemaah lain ke tenda jemaah Indonesia.

"Tenda di Arafah dan Mina tidak boleh digunakan jemaah haji lain," tegasnya.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan penyelenggaraan haji tahun 2024 dapat berjalan lebih lancar dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES