Peristiwa Internasional

Kabinet Perang Israel Pecah, Benny Gantz Mengundurkan Diri

Senin, 10 Juni 2024 - 06:34 | 9.54k
Benny Gantz, mantan panglima militer dan saingan politik utama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat meninggalkan pertemuan di Capitol di Washington, pada 4 Maret 2024. (FOTO: ABC News/AP)
Benny Gantz, mantan panglima militer dan saingan politik utama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat meninggalkan pertemuan di Capitol di Washington, pada 4 Maret 2024. (FOTO: ABC News/AP)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pemerintahan Benjamin Netanyahu pecah, anggota Kabinet perang Israel yang juga mantan Panglima Militer, Benny Gantz mengundurkan diri dari pemerintahan.

Kabinet Perang Israel beranggota tiga orang, yakni Benny Gantz, Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant.

Benny Gantz mundur karena Benjamin Netanyahu tidak mempunyai rencana bagaimana tentang masa depan di Gaza setelah perang ini.

Menteri Israel yang berhaluan tengah, Benny Gantz itu mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Minggu (9/6/2024).

Dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, Benny Gantz mengumumkan bahwa dia mengundurkan diri dari pemerintahan koalisi, dan membawa serta Partai Negaranya serts kursi yang dipegangnya di Knesset.

Pemerintahan koalisi Netanyahu masih akan mempertahankan mayoritas, namun langkah Benny Gantz yang mengundurkan diri itu dianggap sebagai pukulan besar bagi perdana menteri.

Amerika Serikat tidak mengomentari pengunduran diri Benny Gantz,, karena mereka tidak mengomentari politik dalam negeri Israel.

"Netanyahu menghalangi kita untuk mencapai kemenangan sejati," kata Benny Gantz seperti dilansir ABC News.

"Untuk alasan ini, kami meninggalkan pemerintahan darurat hari ini, dengan berat hati, namun dengan sepenuh hati," tambahnya.

Dia juga meminta Netanyahu untuk menetapkan tanggal pemilu.

Semula Benny Benny Gantz men pengumuman pengunduran dirinya pada hari Sabtu, tetapi kemudian dibatalkan menyusul  tengah berita tentang operasi Pasukan Pertahanan Israel di Gaza yang berhasi  menyelamatkan empat sandera Israel dan membunuh setidaknya 247 warga Palestina.

Pada hari Sabtu, Benjamin Netanyahu sempat mengimbau Benny Gantz melalui X, dengan mengatakan, "Ini adalah waktunya untuk persatuan dan bukan perpecahan. Kita harus tetap bersatu dalam diri kita sendiri dalam menghadapi tugas-tugas besar di hadapan kita. Saya menyerukan kepada Benny Gantz jangan pergi dari pemerintahan darurat. Jangan menyerah pada persatuan".

Namun hal itu tak menyurutkan niat Benny Gantz untuk mundur dari pemerintahan darurat kali ini.

Menyusul pengunduran diri Benny Gantz itu, Benjamin Netanyahu kembali mengeluarkan pernyataan lewat X, dengan mengatakan Israel sedang berada dalam perang eksistensial di beberapa bidang.

“Benny, ini bukan waktunya untuk meninggalkan kampanye – ini adalah waktunya untuk bergabung,” tulis Benjamin Netanyahu lagi.

"Warga Israel, kami akan melanjutkannya sampai kemenangan dan tercapainya semua tujuan perang, terutama pembebasan semua sandera kami dan likuidasi Hamas," lanjut Benjamin Netanyahu.

Benjamin Netanyahu juga menambahkan, "pintu saya akan tetap terbuka bagi partai Zionis mana pun yang siap untuk ditandu dan membantu membawa kemenangan atas musuh-musuh kita dan memastikan keselamatan warga negara kita".

Pada bulan Mei, Benny Gantz sempat mengeluarkan ultimatum kepada Benjamin Netanyahu, dengan mengatakan ia akan mengundurkan diri jika perdana menteri tidak menyetujui rencana pascaperang pada tanggal 8 Juni, dengan mengatakan pada saat itu.

 "Sementara tentara Israel menunjukkan keberanian tertinggi di garis depan, beberapa dari mereka orang-orang yang mengirim mereka ke medan perang berperilaku pengecut dan tidak bertanggung jawab," katanya.

Namun kini Kabinet Perang Israel sudah terlanjur pecah setelah Benny Gantz salah satu dari tiga orang anggotanya itu mengundurkan diri. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES