Peristiwa Internasional Info Haji 2024

Inilah Barang yang Wajib Dibawa Jemaah Saat Puncak Haji 2024

Selasa, 11 Juni 2024 - 10:30 | 18.66k
Jemaah haji Indonesia tiba di Bandara King Abdul Aziz Kota Jeddah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Jemaah haji Indonesia tiba di Bandara King Abdul Aziz Kota Jeddah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menjelang puncak ibadah haji yang akan dimulai pada 14 Juni 2024, Kepala Bidang Akomodasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Zaenal Muttaqin, memberikan panduan bagi jemaah haji Indonesia mengenai barang-barang yang perlu dibawa selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Zaenal Muttaqin menekankan pentingnya membawa perbekalan yang cukup dan sesuai kebutuhan selama berada di lokasi puncak haji. Berikut adalah daftar barang yang perlu dibawa:

1. Pakaian Ihram

   - Jamaah laki-laki harus sudah mengenakan pakaian ihram saat berangkat pada 14 Juni nanti.

   - Disarankan membawa pakaian ihram cadangan jika diperlukan.

   - Jamaah perempuan diminta mengenakan pakaian yang menutup aurat.

2. Tas Kecil

   - Digunakan untuk membawa paspor, obat-obatan, dan perlengkapan pribadi lainnya.

   - Pastikan juga membawa smart card atau kartu nusuk yang akan di-scan sebelum naik ke bus. Tanpa kartu ini, jemaah tidak dapat masuk ke Armuzna.

3. Pakaian Ganti

   - Membawa pakaian ganti yang cukup untuk dua hingga tiga hari, termasuk pakaian dalam dan pakaian sehari-hari.

   - Juga membawa perlengkapan mandi seperti handuk kecil, sabun, sampo, dan sikat gigi.

4. Perlengkapan Tambahan

   - Zaenal menyarankan agar jemaah tidak perlu membawa bantal karena di tenda sudah disiapkan kasur dan bantal.

Penyesuaian Setelah Wukuf Arafah

Setelah wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah dan Mina, jemaah akan melontar jumrah aqabah di Jamarat pada 10 Dzulhijah.

Setelah itu, jemaah laki-laki bisa mengganti pakaian ihram dengan sarung atau celana panjang dan pakaian biasa. Zaenal juga memberikan panduan bagi jemaah yang mengambil nafar awal dan nafar tsani. 

Jika mengambil Nafar Tsani, maka membawa pakaian untuk 4 hari karena akan tinggal di Mina sampai 13 Dzulhijah.

Namun, jika mengambil Nafar Awal maka akan berada di Mina dari 10 hingga 12 Dzulhijah.

Tas Jemaah Haji

Zaenal mengimbau jemaah untuk membawa tas yang simpel dan fleksibel untuk memudahkan mobilitas. 

"Tidak disarankan menggunakan koper kabin karena bisa menyulitkan pergerakan jemaah saat naik dan turun dari bus," kata Zaenal. 

Zaenal juga menyampaikan bahwa persiapan akomodasi di Armuzna sudah siap 100 persen. Tenda-tenda di Arafah dan Mina telah disiapkan oleh Masyariq. Bidang akomodasi berkoordinasi dengan petugas sektor untuk memastikan akomodasi bagi jemaah yang tidak menginap di Mina dan kembali ke hotel, terutama bagi jemaah yang tinggal di Syiyah dan Rawdah.

"Kami sudah meminta pengelola hotel untuk membuka hotelnya pada 10-12 Dzulhijah," kata Zaenal.

Selain itu, hotel transit untuk jemaah lansia nonmandiri telah disiapkan di Alawi, dekat Aziziah, untuk menampung 390 jemaah. Lokasi ini dipilih karena dekat dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Dengan persiapan yang matang dan panduan yang jelas, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES