Peristiwa Internasional

Haji 2024 Sukses Besar, Kuota Terbanyak dan Serapan Tertinggi dalam Sejarah

Selasa, 11 Juni 2024 - 16:25 | 10.93k
Haji 2024 menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia dengan kuota terbanyak dan serapan tertinggi. (FOTO: MCH 2024)
Haji 2024 menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia dengan kuota terbanyak dan serapan tertinggi. (FOTO: MCH 2024)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Hari ini, 11 Juni 2024, menandai berakhirnya tahap keberangkatan jemaah haji Indonesia. Kedatangan 333 jemaah kelompok terbang (kloter) 106 Embarkasi Surabaya (SUB-106) di Makkah Al-Mukarramah melengkapi kuota haji terbanyak dalam sejarah Indonesia.

Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan, dari 213.320 kuota haji reguler Indonesia, sebanyak 213.275 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Angka ini merepresentasikan serapan kuota yang mencapai 99,98%, menjadikannya tertinggi dalam penyelenggaraan haji Indonesia.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini. "Alhamdulillah, haji tahun ini berjalan dengan lancar dan sukses. Kuota terbanyak, serapan tertinggi, dan jemaah terlayani dengan baik," ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (11/6/2024).

Tahun 2024 menjadi saksi sejarah bagi penyelenggaraan haji Indonesia. Kemenag berhasil mendapatkan kuota haji terbanyak, yaitu 241.000 jemaah. Jumlah ini terdiri atas 213.320 jemaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.

"Kuota haji tahun ini merupakan yang terbanyak dalam sejarah. Ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, mulai dari Kemenag, Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, dan berbagai pihak terkait lainnya," jelas Hilman Latief.

Upaya Maksimal Kemenag

Kemenag tak henti-hentinya berusaha mengoptimalkan serapan kuota haji. Berbagai langkah strategis diimplementasikan, salah satunya mempercepat proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

"Kami membuka pelunasan lebih awal dan memperpanjang periodenya. Hal ini terbukti efektif meningkatkan serapan kuota," ungkap Saiful Mujab, Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag.

Tak hanya itu, Kemenag juga membuka pelunasan bagi jemaah dengan status cadangan. Upaya ini pun membuahkan hasil, di mana kuota yang terlunasi bahkan melebihi kuota yang tersedia.

Upaya memaksimalkan serapan kuota tak hanya berhenti di pelunasan Bipih. Kemenag juga mempercepat proses pemvisaan. Hasilnya, hingga penutupan proses pemvisaan pada 7 Juni 2024, tercatat 215.535 visa yang telah diterbitkan.

"Jumlah visa yang diterbitkan bahkan melebihi kuota jemaah haji reguler. Hal ini dimungkinkan karena adanya proses batal ganti," jelas Saiful Mujab.

Proses batal ganti memungkinkan jemaah yang sudah melunasi tapi tidak jadi berangkat digantikan oleh jemaah cadangan. Hal ini dilakukan selama waktu masih memungkinkan dan proses pemvisaan belum ditutup.

Meskipun tercatat 45 jemaah yang tidak jadi berangkat, Kemenag telah berupaya maksimal dalam menanganinya. Beragam alasan menjadi penyebab pembatalan, mulai dari wafat, hamil, hingga sakit.

"Sebagian besar jemaah yang batal berangkat karena sakit. Bahkan, ada yang sudah di asrama haji dan dinyatakan tidak layak terbang karena sakit," ujar Saiful Mujab.

Kemenag memastikan jemaah yang batal berangkat di tahun ini akan mendapatkan prioritas untuk berangkat di tahun berikutnya.

Haji 2024 menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia dengan kuota terbanyak dan serapan tertinggi. Kesuksesan ini merupakan hasil kerja keras semua pihak dan buah dari strategi yang tepat dari Kemenag. 

Upaya memaksimalkan serapan kuota dan penanganan pembatalan keberangkatan menandakan komitmen Kemenag RI dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES