Peristiwa Internasional Info Haji 2024

Tips Mengamankan Kartu Smart Card Nusuk Haji 2024

Rabu, 12 Juni 2024 - 08:18 | 31.11k
Petugas Arab Saudi memeriksa kartu Smart card nusuk jemaah Haji Indonesia. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Petugas Arab Saudi memeriksa kartu Smart card nusuk jemaah Haji Indonesia. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pada musim haji tahun 2024, smart card atau kartu nusuk menjadi perangkat yang sangat vital bagi para calon jemaah haji Indonesia. Kartu ini berfungsi sebagai "tiket masuk" untuk dapat mengakses area pelaksanaan ibadah puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

Sebelum pelaksanaan ibadah Armuzna yang dimulai pada 15 Juni, mayoritas jemaah Haji Indonesia telah menerima kartu nusuk mereka.

Namun, terdapat masalah yang cukup signifikan terkait penggunaan kartu nusuk ini. Banyak jamaah yang telah melaporkan kehilangan kartu mereka, terutama saat berada di kawasan Masjidil Haram. Kehilangan ini sering terjadi akibat kartu jatuh atau disebabkan oleh faktor lainnya. Kepadatan di area Masjidil Haram dan tali pengait kartu yang rawan lepas turut menjadi penyebab banyaknya kasus kehilangan.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag RI, Subhan Cholid, membenarkan adanya laporan kehilangan kartu nusuk dari jamaah.

"Seluruh laporan itu sudah ditindaklanjuti," kata Subhan. Ia juga menambahkan bahwa seluruh kartu yang hilang akan diganti, dengan target distribusi kartu pengganti maksimal pada H-1 pelaksanaan ibadah puncak haji pada 15 Juni.

Selain mengatasi kehilangan dengan penggantian kartu, Subhan Cholid juga memberikan beberapa tips untuk mengamankan kartu nusuk agar tidak mudah hilang. Salah satu langkah yang dianjurkan adalah selalu menyimpan kartu nusuk di dalam saku dalam posisi terkait di tali.

"Jadi, selain dikalungkan, kartu dimasukkan ke saku," ujar Subhan.

Untuk lebih memastikan keamanan kartu nusuk, para jamaah juga diimbau untuk menyimpan kartunya di tempat yang aman. Kepadatan dan kondisi berdesak-desakan di area Masjidil Haram membuat risiko kehilangan kartu semakin tinggi, terutama dengan adanya jamaah tanpa visa resmi yang mungkin mengincar kartu tersebut.

Masalah kehilangan kartu nusuk ini memang cukup masuk akal mengingat kepadatan di area Masjidil Haram dan tali pengait kartu yang mudah lepas.

Subhan menekankan pentingnya kesadaran jamaah untuk lebih berhati-hati dengan kartu nusuk mereka, mengingat betapa vitalnya kartu ini dalam kelancaran pelaksanaan ibadah haji.

Dengan mengikuti panduan dan tips yang diberikan oleh pihak Kemenag, diharapkan para jamaah dapat lebih menjaga kartu nusuk mereka sehingga dapat melaksanakan ibadah haji dengan lebih tenang dan khusyuk.

Upaya pencegahan dan penggantian kartu hilang menunjukkan komitmen Kemenag RI dalam memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun 2024.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES