Peristiwa Internasional Info Haji 2024

182 Jemaah Haji Indonesia Dirawat di KKHI Makkah

Kamis, 13 Juni 2024 - 17:27 | 15.46k
Jemaah Haji Indonesia Dirawat di KKHI Makkah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Jemaah Haji Indonesia Dirawat di KKHI Makkah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, MAKKAH – Sebanyak 182 jemaah haji Indonesia yang saat ini sedang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah akan disafariwukufkan di Arafah. Hal ini dilakukan menjelang Puncak Haji 2024, karena sebagian dari mereka masih menjalani perawatan intensif di KKHI, Makkah. 

Kasie Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah, Nurul Jamal, menyatakan bahwa safari wukuf merupakan fasilitas khusus yang disediakan bagi jemaah haji yang sakit agar tetap bisa melaksanakan wukuf di Arafah dengan baik. 

"Untuk jemaah yang sakit di KKHI kami akan mensafariwukufkan," ujar Jamal saat diwawancarai Media Center Haji di KKHI Makkah. 

Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan 300 kuota safari wukuf pada operasional haji tahun ini. Berdasarkan data KKHI pada Rabu (12/6/2024), terdapat 182 jemaah yang masuk daftar safari wukuf. Jemaah ini nantinya akan dipindahkan ke Arafah sejenak untuk melaksanakan wukuf dan kemudian kembali ke KKHI untuk melanjutkan perawatan. 

"Kalau safari wukuf InsyaAllah dari teman-teman Kemenag itu ada sekitar 300 kuota. Dari KKHI insyaAllah sekitar 182 jemaah haji," ucap Jamal.

Adapun bagi jamaah haji yang tidak bisa mengikuti safari wukuf, Kemenag telah menyiapkan mekanisme badal haji. "Sedangkan bagi mereka yang memang tidak bisa safari wukuf, kita akan kooordinasi dengan teman-teman Kemenag untuk dibadalkan," tambah Jamal.

Selama pelaksanaan ibadah di puncak haji, KKHI juga telah menyiapkan lebih dari 100 kursi roda untuk melayani jamaah lansia. Jamal mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk tidak berlebihan dalam beraktivitas, agar tidak mengalami kelelahan yang berlebihan. 

Selain itu, dia juga menekankan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) standar, seperti masker, topi, dan semprotan air atau sun spray.

"Jangan memaksakan diri pada saat di Armuzna. Misalnya, pada saat siang hari harusnya di tenda, ya jangan ke luar tenda, karena panasnya insyaAllah kalau informasi kemarin, hampir 48-50° celsius," ujar Jamal. 

Dengan persiapan yang matang dan fasilitas yang memadai, diharapkan seluruh jemaah haji, termasuk yang dalam kondisi sakit, dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk. Puncak Haji 2024 diharapkan menjadi momen yang penuh berkah bagi semua jemaah haji Indonesia.

Puncak Haji 2024 akan menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah yang sedang menjalani perawatan medis. Namun, dengan adanya fasilitas safari wukuf dan dukungan penuh dari Kementerian Agama serta KKHI, para jemaah diharapkan dapat melaksanakan ibadah dengan baik meskipun dalam kondisi kesehatan yang kurang optimal.(*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES