Peristiwa Internasional

Program Safari Wukuf Fasilitasi Jemaah Lansia dan Disabilitas untuk Wukuf di Arafah

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:28 | 15.02k
Jemaah haji Indonesia melakukan pemindahan kartu nusuk. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Jemaah haji Indonesia melakukan pemindahan kartu nusuk. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Anggota Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda, mengumumkan bahwa program Safari Wukuf tahun ini akan memberangkatkan 300 jemaah haji lansia non-mandiri dan disabilitas ke Arafah pada 15 Juni 2024 pukul 11.00 Waktu Arab Saudi.

Program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama untuk memastikan semua jemaah haji Indonesia, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik, dapat melaksanakan wukuf di Arafah dengan nyaman dan aman.

"Jemaah safari wukuf akan didampingi oleh petugas dari unsur Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH), pembimbing ibadah, serta petugas layanan lansia dan disabilitas," kata Widi.

Selain itu, jemaah haji yang sakit dan dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga akan diberangkatkan ke Arafah pada 9 Zulhijah sekitar pukul 10.00 WAS, didampingi petugas kesehatan.

Penempatan Jemaah di Arafah

Di Arafah, jemaah haji Indonesia akan ditempatkan di 1.169 tenda yang tersebar di 73 maktab. Setiap tenda sudah dilabeli stiker asal jemaah dengan identitas yang mudah dikenali untuk memudahkan penempatan. Petugas yang sudah berada di Arafah akan menyambut dan mengarahkan jemaah untuk menempati tenda sesuai embarkasi dan kloternya.

Widi mengingatkan jemaah untuk membawa smart card yang diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi, yang diperlukan untuk masuk ke kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Pastikan smart card dan identitas pribadi lainnya tersimpan dengan aman di tas khusus yang mudah diambil saat pengecekan dan pemindaian," ujarnya.

Jemaah juga diminta diminta untuk mengecek kembali perlengkapan yang akan dibawa selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Widi menegaskan agar jemaah tidak membawa koper besar atau tas kabin karena bisa menyulitkan pergerakan di Armuzna.

"Cukup bawa tas berisi pakaian ganti untuk tiga hari, kain ihram cadangan bagi laki-laki, handuk, peralatan mandi, obat-obatan, vitamin, dan alat pelindung diri seperti payung dan masker," tambahnya.

Selama berada di Arafah, jemaah diimbau untuk tertib ketika turun dari bus dan memasuki tenda, serta memperbanyak ibadah seperti bacaan talbiyah, zikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa.

Mematuhi Larangan Ihram

Widi juga menekankan pentingnya mematuhi larangan ihram, seperti tidak memakai pakaian bertangkup bagi laki-laki, tidak menutup kepala atau kaki, dan bagi perempuan tidak menutup kedua telapak tangan atau muka.

Larangan lainnya termasuk tidak memotong kuku, mencukur rambut, memburu binatang, serta menikah atau menikahkan.

Selama di Arafah, jemaah juga diimbau untuk tidak merokok di semua kawasan Arafah, terutama di dalam tenda, karena dapat mengganggu jemaah lain, mengurangi kekhusyuan ibadah, serta membahayakan diri dan lingkungan.

Hingga saat ini, jumlah jemaah wafat tercatat 112 orang, dengan rincian 9 orang wafat di Embarkasi, 18 orang di Madinah, 82 orang di Makkah, dan 3 orang di Bandara.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES