Peristiwa Internasional Info Haji 2024

Jelang Puncak Haji, Khofifah: Manfaatkan Wukuf di Arafah untuk Memohon Kedamaian Dunia

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:56 | 17.21k
Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum PP Muslimat NU. (FOTO: Dok Pribadi)
Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum PP Muslimat NU. (FOTO: Dok Pribadi)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, MAKKAH – Sabtu (15/6/2024), para jemaah haji akan melaksanakan puncak ibadah haji yaitu wukuf di Padang Arafah. Jemaah haji dari seluruh penjuru dunia bahkan sudah mulai memadati Padang Arafah sejak sehari dan dua hari sebelumnya. 

Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawamsa yang kini sedang bersiap menuju Arafah mengatakan, ibadah haji merupakan rukun Islam yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam agama Islam. 

“Ibadah haji merupakan salah satu sarana melakukan komunikasi antara seorang hamba dengan Khalik-nya. Ibadah ini pertama kali disyariatkan pada tahun keenam Hijrah, sebagaimana Firman Allah dalam QS Ali 'Imran ayat 96-97,” kata Khofifah.

 Sebenarnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia adalah Baitullah di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa yang memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang mampu melakukan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS Ali Imran ayat 96-97).

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa kata al-Hajj menurut bahasa berarti menyengaja. Haji berarti menyengaja mengunjungi Kakbah di Makkah untuk melakukan beberapa rangkaian amal ibadah menurut rukun dan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh syariat.

Haji menjadi rukun Islam kelima yang menjadi penyempurna rukun Islam yang lain. Yang mana puncak ibadah haji adalah wakuf di Padang Arafah yang besok akan dilakukan oleh seluruh jemaah haji.

“Wukuf di Padang Arafah adalah rukun wajib dalam ibadah haji. Dalam riwayat hadits, Rasulullah SAW bersabda, Inti dari ibadah haji adalah wukuf (berdiam diri) di Arafah. Barangsiapa yang tiba sebelum salat pada malam yang menginap di Muzdalifah, maka hajinya telah sempurna. (HR Ahmad, al-Bayhaqi, dan al-Hakim),” kata Khofifah yang juga Gubernur Jatim periode 2019-2024 ini.

Wukuf  memiliki arti berhenti atau diam diri. Hal ini mencerminkan kontemplasi atas kehidupan dan segala ciptaan Allah SWT. Wukuf di Padang Arafah adalah usaha untuk memikirkan hakikat penciptaan alam semesta, mewujudkan perbuatan yang telah dilakukan, dan menjadikan tempat tersebut sebagai tempat penghisaban.

“Sedangkan Arafah memiliki arti mengenal, mengetahui, atau menyadari. Dari makna tersebut, Arafah mencerminkan gambaran Padang Mahsyar di akhirat kelak, sebagai tempat di mana segala amal perbuatan manusia di dunia akan dihisab,” ujar Khofifah.

“Oleh karena itu, di sini, para jemaah haji dianjurkan untuk banyak berdoa, memohon ampun, dan melakukan introspeksi atas segala perbuatan yang pernah dilakukan,” imbuhnya.

Sebab Padang Arafah pun memiliki sejarahnya sendiri. Dimana, padang Arafah menjadi tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa. Nabi Adam saat diturunkan di bumi yang berada di Pulau Sandib atau Sri Langka dan Hawa berada di Arab Saudi.

Setelah Nabi Adam mendapat kalimat pertobatan sebagaimana dijelaskan dalam surah Al A'raf ayat 23 dan diperintah untuk mengelilingi Baitul Makmur sebanyak tujuh kali, Malaikat Jibril meminta Nabi Adam untuk mengarahkan sedikit ke arah bukit yang luas tersebut. 

Bukit itu adalah Padang Arafah. Ratusan tahun keduanya dipisahkan, Nabi Adam dipertemukan dengan Siti Hawa di Padang Arafah. Kisah ini pun menjadi keajaiban di Padang Arafah karena merupakan bagian penting dalam sejarah pertemuan manusia pertama dengan pasangannya.

“Oleh sebab itu Arafah diambil dari kata yang memiliki arti 'mengenal' atau 'mengakui'. Sebab, di lokasi ini setiap manusia harus mengenal jati dirinya dan menyadari setiap dosa yang telah diperbuat.

Saat wukuf, jamaah haji dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun, dan juga berdoa. Terutama karena Nabi Muhammad SAW juga telah menyampaikan bahwa Sebaik-baik doa adalah doa di hari Arafah (HR. Tirmidzi). 

“Hari Arafah adalah hari yang paling utama. Bahkan lebih utama dari 10.000 hari. Dan ketika melakukan wukuf di Arafah diriwayatkan jika Allah SWT dan para malaikat turun ke langit dunia dan mengampuni para hambanya. Hal ini menjadi keistimewaan menjalankan wukuf di Arafah,” tegas Khofifah. 

Pada hari Arafah, Allah turun ke langit dunia dan membutakan mereka yang wukuf di hadapan para malaikat. 

“Allah berfirman, Lihatlah hamba-hamba-Ku itu! Mereka datang dari segala penjuru dengan rambut kusut dan tubuh berdebu…saksikanlah oleh kalian, bahwa Aku telah mengampuni mereka". Para malaikat menyela, "Akan tetapi di sana ada si fulan dan si fulan?". Namun Allah berkata, "Aku telah mengampuni mereka ”,' pungkas Khofifah.

Lantaran waktu wukuf di Padang Arafah adalah waktu yang sangat mustajabah di mana Allah akan mengabulkan doa hambanya, Khofifah pun mengajak seluruh jamaah haji untuk bersama sama mewujudkan doa yang sama. Yakni mendoakan perdamaian dunia. 

“Agar Allah segera menurunkan rahmat damainya di bumi kita tercinta. Agar Allah segera mengangkat peperangan dan kemungkaran yang terjadi di dunia ini sehingga umat manusia bisa hidup damai berdampingan dan bisa memaksimalkan ibadah kepala Allah SWT,” pungkas Khofifah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Bambang H Irwanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES