Peristiwa Internasional Info Haji 2024

Jemaah Haji Diminta Patuhi Jadwal Lontar Jumrah

Minggu, 16 Juni 2024 - 17:48 | 21.36k
Jemaah Haji Indonesia diminta untuk mematuhi jadwal melempar jumrah yang sudah ditetapkan. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Jemaah Haji Indonesia diminta untuk mematuhi jadwal melempar jumrah yang sudah ditetapkan. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, MAKKAH – Setelah bermalam di Muzdalifah, para jemaah haji akan menuju Mina untuk melaksanakan kewajiban melempar jumrah. Untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban selama prosesi ini, Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan jadwal melempar jumrah bagi jemaah dari setiap negara.

Para jemaah haji harus mematuhi jadwal tersebut dan menghindari waktu-waktu yang dilarang. Penetapan jadwal ini bertujuan untuk memastikan bahwa prosesi ini dapat dilakukan dengan aman dan lancar.

Widi Dwinanda, anggota Media Center Kementerian Agama, mengungkapkan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah mengatur jadwal lontar jumrah bagi jemaah haji Indonesia.

"Penetapan jadwal ini dimaksudkan untuk melindungi jemaah dan memastikan kelancaran prosesi lontar jumrah," kata Widi dalam pernyataan resmi Kemenag di Jakarta, Minggu (16/07/2024).

Jadwal Lontar Jumrah Jemaah Haji Indonesia:

  1. 10 Zulhijah:

    • Pukul 00.00 – 04.30 WAS
    • Pukul 10.00 – 00.00 WAS
      Pada hari ini, jemaah haji Indonesia dilarang melontar pada pukul 04.30 – 10.00 WAS.
  2. 11 Zulhijah:

    • Pukul 05.00 – 11.00 WAS
    • Pukul 11.00 – 17.00 WAS
    • Pukul 17.00 – 00.00 WAS
  3. 12 Zulhijah:

    • Pukul 00.00 – 05.00 WAS
    • Pukul 05.00 – 10.30 WAS
    • Pukul 14.00 – 18.00 WAS
    • Pukul 18.00 – 00.00 WAS
  4. 13 Zulhijah:

    • Pukul 00.00 – 05.00 WAS
    • Pukul 05.00 – 17.00 WAS

Setelah beristirahat di tenda di Mina, jemaah akan melontar jumrah Aqabah dengan tujuh kerikil. Kemudian dilanjutkan dengan bercukur atau melakukan Tahallul Awal. "Bagi laki-laki, disarankan mencukur rambut hingga gundul, sedangkan wanita cukup memotong rambut sepanjang ruas jari. Setelah tahap ini, jemaah boleh lepas ihram dan mengenakan pakaian biasa," jelas Widi.

Merujuk pada Buku Manasik Haji yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, Widi menjelaskan bahwa lontar jumrah adalah melempar kerikil ke arah jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah dengan niat mengenai sasaran (marma) dan memastikan kerikil masuk ke lubang marma. Prosesi ini dilakukan pada hari Nahar dan hari Tasyrik.

"Hukum lontar jumrah adalah wajib. Jika tidak melaksanakannya, jemaah harus membayar dam atau fidyah. Bagi yang berhalangan, prosesi ini bisa diwakilkan kepada orang lain," ujarnya.

"Lontar jumrah harus mengikuti urutan yang benar: mulai dari jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Setiap kerikil dilempar satu per satu. Melempar tujuh kerikil sekaligus hanya dihitung sebagai satu lontaran. Pastikan kerikil mengenai marma dan masuk ke dalam lubangnya," tambahnya.

Bagi jemaah yang mengalami kendala, mereka diperbolehkan mengundur pelaksanaan lontar jumrah. Caranya adalah dengan melempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah secara lengkap sebagai pengganti lontaran hari pertama, dan kemudian mengulanginya lagi untuk qadha hari kedua. Bagi jemaah yang melakukan Nafar Tsani, lontaran hari terakhir dapat diselesaikan.

WhatsApp-Image-2024-06-16-at-13.56.34.jpg

"Untuk jemaah yang berhalangan, lontar jumrah dapat diwakilkan. Cara pertama adalah dengan melempar untuk dirinya sendiri terlebih dahulu sampai selesai, kemudian melempar untuk orang yang diwakili mulai dari jumrah Ula, Wustha, hingga Aqabah. Cara kedua adalah melempar jumrah Ula untuk diri sendiri terlebih dahulu, lalu melempar lagi untuk yang diwakili, dan seterusnya di jumrah Wustha dan Aqabah," jelas Widi.

Selama berada di Mina, Widi mengingatkan jemaah untuk fokus pada ibadah dengan memperbanyak zikir, mengingat Allah, dan mengagungkan nama-Nya, baik dengan bertakbir, membaca Al-Qur'an, maupun wirid lainnya.

"Semoga jemaah juga mengisi waktu dengan berdoa kepada Allah, karena Mina adalah salah satu tempat mustajab. Panjatkan doa dan harapan terbaik untuk diri sendiri, keluarga, dan bangsa kita," pesannya.

Widi juga mengingatkan jemaah untuk menghindari aktivitas yang bisa menyebabkan kelelahan, makan tepat waktu, serta minum air putih dan obat yang diperlukan. "Jika ada keluhan kesehatan, segera hubungi dokter," tambahnya.

Widi juga mengimbau agar jemaah tetap berada di tenda kecuali ada keperluan mendesak, dan selalu mengenakan masker saat berada di luar tenda karena Mina merupakan area yang padat dan berdebu.

"Kenali identitas dan jalur menuju tenda masing-masing dengan baik untuk menghindari tersesat. Jangan ragu untuk meminta bantuan petugas jika menemui kesulitan," katanya.

"Selalu berada dalam kelompok regu atau kloter saat perjalanan menuju jamarat dan jangan memisahkan diri. Berjalanlah dengan tenang menuju jamarat dan saat kembali ke tenda, selain untuk menghemat tenaga juga untuk memperhatikan jemaah lain dalam rombongan, terutama wanita, disabilitas, dan lansia," tegasnya.

Widi menyampaikan bahwa PPIH telah menempatkan petugas di sepanjang jalur menuju jamarat. Di beberapa titik terdapat petugas kesehatan yang siap memberikan penanganan medis kepada jemaah yang memerlukannya. PPIH juga menyiapkan ambulans di area jamarat untuk jemaah yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.  (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES