Peristiwa Internasional

Pesawat Terlambat 5 Jam, Kemenag Desak Garuda Tingkatkan Profesionalisme

Selasa, 25 Juni 2024 - 09:22 | 14.29k
Direktur Layanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab (Foto: MCH Kemenag 2024)
Direktur Layanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab (Foto: MCH Kemenag 2024)

TIMESINDONESIA, MADINAHGaruda Indonesia kembali mengalami keterlambatan dalam pemberangkatan jemaah haji Indonesia pada awal fase pemulangan jemaah haji gelombang pertama. Jemaah dari kelompok terbang KNO-02, yang berangkat dari Embarkasi Kualanamu, mengalami penundaan penerbangan hingga lebih dari lima jam.

Situasi ini mengecewakan jemaah haji Indonesia yang telah diberangkatkan dari hotel sejak pagi hari. Direktur Layanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab, meminta agar Garuda Indonesia lebih bertanggung jawab dan meningkatkan profesionalismenya.

“Keterlambatan seperti ini sangat mengecewakan bagi jemaah haji Indonesia. Mereka sudah lelah setelah perjalanan panjang dari Makkah ke Madinah, dan sesampainya di bandara harus menghadapi penundaan yang lama. Saya berharap Garuda Indonesia lebih profesional dan bertanggung jawab agar kejadian ini tidak terulang,” ujar Saiful Mujab di Madinah pada Senin, 24 Juni 2024.

Awalnya, penerbangan KNO-02 dijadwalkan berangkat dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada pukul 11.20 waktu Arab Saudi (WAS). Jemaah sudah berangkat dari hotel di Madinah pada pukul 05.20 WAS dan diberikan sarapan sebelum keberangkatan.

Pada pukul 05.48 WAS, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menerima pemberitahuan tertulis bahwa jadwal penerbangan KNO-02 diubah menjadi pukul 13.45 WAS. Tidak lama kemudian, PPIH kembali menerima pemberitahuan bahwa jadwal penerbangan KNO-02 berubah lagi menjadi pukul 15.45 WAS. Pesawat akhirnya lepas landas pada pukul 16.33 WAS.

"Jika dihitung, penundaan penerbangan terjadi dari pukul 11.20 hingga 16.33 WAS, yaitu selama lima jam dan 13 menit. Garuda Indonesia tidak memberikan kompensasi apa pun kepada jemaah haji," jelas Saiful Mujab.

Saiful menambahkan bahwa alasan keterlambatan pertama adalah larangan terbang akibat suhu panas di landasan Bandara Madinah. Sedangkan alasan keterlambatan kedua adalah pengecekan badan pesawat yang mengalami kerusakan saat mendarat di Madinah.

“Informasi perubahan jadwal disampaikan terlambat. Perubahan disampaikan dalam dua kali pemberitahuan, yang terkesan mengulur-ulur waktu untuk menghindari pemberian kompensasi. Tidak ada permintaan maaf resmi dari Garuda atas keterlambatan yang lama ini,” tandas Saiful Mujab. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES