Peristiwa Internasional

Benjamin Netanyahu Bawa Israel ke Kehancuran, Menhan Dicela Sebagai Penjahat Perang

Selasa, 25 Juni 2024 - 16:49 | 10.45k
Menteri Pertahanan Israel. Yoav Gallant, saat berada di Washington AS dan dicela sebagai penjahat perang oleh lusinan orang yang berdemonstrasi. (FOTO: AFP)
Menteri Pertahanan Israel. Yoav Gallant, saat berada di Washington AS dan dicela sebagai penjahat perang oleh lusinan orang yang berdemonstrasi. (FOTO: AFP)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Seorang mantan anggota badan intelijen internal Israel Shin Bet mencela Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Prancis AFP. Gonen Ben Itzhak menuduh Netanyahu mendukung Hamas sambil berupaya menghalangi proses perdamaian di Gaza agar ia dapat tetap berkuasa.

“Netanyahu benar-benar merupakan bahaya terbesar bagi negara Israel, dan percayalah, saya telah menangkap beberapa teroris terbesar selama Intifada Kedua,” kata mantan mata-mata berusia 53 tahun itu kepada AFP, merujuk pada pemberontakan Palestina antara tahun 2000-2005. 

“Saya pikir Netanyahu menyeret Israel ke dalam kehancuran,” kata Ben Itzhak apalagi telah terjadi ketegangan Netanyahu baru-baru ini dengan Presiden AS, Joe Biden.

"Biden adalah pendukung terbesar Israel… dan Netanyahu meludahi wajahnya," kata Ben Itzhak. 

"Dia menghancurkan hubungan yang sangat penting dengan Amerika Serikat," tambahnya.

"Netanyahu hanya memikirkan dirinya sendiri, masalah kriminalnya, bagaimana bertahan secara politik di Israel. Saat ini Israel telah dihancurkan dari dalam. Dia (Netanyahu) menghancurkan segalanya," ujarnya.


Penjahat Perang

Israel sendiri terus membombardir Gaza. Selain serangan terhadap kamp al-Shati yang baru saja dilakukan, Israel juga menyerang sekolahan di Gaza dan membunuh 14 warga Palestina, Selasa (25/6/2024) pagi ini.

"Kedua serangan tersebut menghantam sekolah-sekolah di Kota Gaza, menewaskan sedikitnya 14 orang," kata petugas medis.

Adik perempuan pemimpin Hamas Haniyeh termasuk di antara 10 orang yang dilaporkan tewas dalam serangan di kamp al-Shati. Dua serangan lainnya di sekolah menewaskan sedikitnya 14 orang.

Israel terus membombardir Gaza, meski Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan "fase intens" perang telah mereda.

Sementara Amerika Serikat mendesak sekutunya itu untuk menghindari eskalasi lebih lanjut di sepanjang konflik perbatasan Lebanon.

Menteri Luar Negeri AS,  Antony Blinken, Senin kemarin juga menekan menteri pertahanan Israel, Yoav Gallant iluntuk tidak membiarkan kekerasan di Gaza meningkat.

Di Washington, menteri pertahanan Israel disambut dengan teriakan “penjahat perang” oleh pengunjuk rasa ketika dia meninggalkan pertemuan bersama Blinken.

Gallant juga mengadakan pembicaraan dengan kepala CIA Bill Burns, orang penting AS dalam negosiasi untuk membebaskan para tawanan. Gallant menekankan komitmen utama Israel adalah mengembalikan para sandera, tanpa kecuali.

"Antony Blinken telah menekankan pentingnya menghindari eskalasi konflik lebih lanjut dan mencapai resolusi diplomatik yang memungkinkan keluarga Israel dan Lebanon untuk kembali ke rumah mereka," kata juru bicara Matthew Miller setelah pertemuan di Washington dengan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant.

Namun baik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu maupun Menteri Pertahanan, Yoav Gallant memilih tetap berperang untuk melenyapkan Hamas meski dengan cara membunuh warga Palestina tanpa pandang bulu, dimana hingga kini tercatat sudah 37.400 lebih warga Palestina  yang dibunuh. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES