Peristiwa Internasional

Iran Mengingatkan Bakal Ada Perang Habis-habisan jika Israel Serang Lebanon

Sabtu, 29 Juni 2024 - 19:20 | 15.01k
Bangunan-bangunan yang hancur terlihat di Khiyam, Lebanon, setelah serangan udara Israel pada hari Rabu.(FOTO: Taipei Times/EPA/EFE)
Bangunan-bangunan yang hancur terlihat di Khiyam, Lebanon, setelah serangan udara Israel pada hari Rabu.(FOTO: Taipei Times/EPA/EFE)

TIMESINDONESIA, JAKARTAIsrael bakal hadapi lawan yang tangguh bila nekad menyerang Hizbullah di Lebanon, dan Iran telah memperingatkannya.

Misi Iran di PBB telah mengeluarkan peringatan keras kepada Israel bahwa serangan besar-besaran terhadap Lebanon akan memicu perang pemusnahan.

"Meskipun Iran menganggap propaganda rezim Zionis tentang niat menyerang Lebanon itu sebagai perang psikologis, tetapi jika negara itu melancarkan agresi militer skala penuh, perang yang menghancurkan akan terjadi," kata misi itu, Sabtu (29/6/2024).

"Semua opsi, termasuk keterlibatan penuh semua Front Perlawanan, ada di atas meja," tambah misi tersebut pada X.

Pertengahan Juni lalu,  militer Israel menyetujui rencana operasional untuk serangan terhadap  Lebanon. 

Hizbullah adalah kelompok yang didukung Iran yang bisa berperang habis-habisan melawan Israel.

Setelah lebih dari delapan bulan konflik berskala rendah, Israel dan kelompok militan Lebanon, Hizbullah, terancam akan berperang habis-habisan.

Amerika Serikat dan masyarakat internasional sedang melobi agar situasi tetap tenang dan berharap adanya solusi diplomatik. Sejauh ini, upaya mereka belum berhasil dan waktu untuk penyelesaian politik bisa saja segera berakhir.

AS telah menggandakan peringatannya terhadap warganya yang bepergian ke Lebanon, karena konflik antara Hizbullah dan Israel berisiko berubah menjadi perang besar.

Kedutaan Besar Washington di Beirut juga memperingatkan warga negaranya untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Lebanon, sementara lingkungan keamanan tetap kompleks dan dapat berubah dengan cepat.

NBC melansir, beberapa aset angkatan laut AS juga telah dipindahkan lebih dekat ke Israel dan Lebanon untuk kemungkinan evakuasi warga Amerika dengan bantuan militer jika pertempuran meningkat.

USS Wasp, sebuah kapal serbu amfibi milik AS, dikirim ke Laut Mediterania minggu ini.

"Saat berada di Mediterania, awak kami, baik pelaut maupun marinir, harus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian," kata perwira operasi Wasp, Komandan Sean Getway, kepada US Naval Institute News .

"Kapal tersebut harus mempertahankan kehadiran yang kuat selama beberapa bulan ke depan dan bersiap untuk melaksanakan berbagai tugas," katanya 

NBC mengatakan USS Oak Hill juga dikirim ke wilayah tersebut.

Awal bulan ini, Kedutaan Besar AS di Lebanon menyarankan warga Amerika untuk menghindari perjalanan ke daerah perbatasan Lebanon-Israel, daerah perbatasan Lebanon-Suriah, dan pemukiman pengungsi.

Mereka juga mengeluarkan peringatan pada hari Kamis yang mendesak warga untuk “sangat mempertimbangkan kembali perjalanan ke Lebanon”.

Kekhawatiran atas eskalasi di Lebanon selatan meningkat setelah Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan dalam kunjungannya ke Washington pada hari Rabu bahwa Israel dapat “membawa Lebanon kembali ke Zaman Batu”.

Namun Gallant menambahkan bahwa, pihaknya tidak ingin melakukannya.

"Hizbullah memahami betul bahwa kami bisa menimbulkan kerusakan besar di Lebanon jika perang dilancarkan," katanya kepada wartawan.

Perbatasan Israel-Lebanon telah menjadi lokasi meningkatnya baku tembak antara pasukan Israel dan militan Hizbullah yang didukung Iran sejak serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES