Peristiwa Internasional

Struktural Sambungan Gagal, Roket China Tianlong-3 Jatuh dan Meledak

Selasa, 02 Juli 2024 - 07:17 | 9.04k
Detik detik saat roket Tianglong-3 jatuh sebelum menghempas bumi dan meledak.(FOTO: Screenshot The New York Times)
Detik detik saat roket Tianglong-3 jatuh sebelum menghempas bumi dan meledak.(FOTO: Screenshot The New York Times)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Karena struktural sambungan antara roket dan platform pengujiannya gagal, roket komersial Tianlong-3 milik China akhirnya jatuh.

Roket komersial, Tianlong-3 itu meluncur ke udara secara tidak sengaja saat diuji, beberapa saat  kemudian jatuh dan meledak menimbulkan bunga api yang sangat besar.

Perusahaan komersial Space Pioneer mengatakan, penyebab kecelakaan itu karena kegagalan struktural pada sambungan antara roket dan platform pengujiannya.

"Tahap pertama roket Tianlong-3 meninggalkan landasan peluncurannya karena kegagalan struktural pada sambungan antara roket dan tempat uji," kata perusahaan Beijing Tianbing, dalam sebuah pernyataan di akun WeChat resminya.

"Roket tersebut mendarat di daerah perbukitan kota Gongyi di Cina bagian tengah," sambung perusahaan yang juga dikenal sebagai Space Pioneer itu.

Rekaman video dari insiden yang diterbitkan oleh media digital China The Paper menunjukkan roket itu melesat lurus ke udara sebelum kehilangan tenaga dan berputar horizontal, jatuh kembali ke bumi dan meledak menjadi kobaran api di perbukitan berhutan di dekatnya.

"Akibat kegagalan struktural itu, roket Tianlong-3 terpisah dari platform pengujiannya saat sistem propulsinya sedang diuji dan lepas landas dari landasan peluncurannya," kata pemilik roket Space Pioneer dalam sebuah pernyataan.

Kecelakaan itu terjadi pada pukul 3:43 siang waktu setempat pada hari Minggu di sebuah fasilitas pengujian di kota Gongyi di Provinsi Henan, Tiongkok bagian tengah.

Setelah diluncurkan, komputer di dalam pesawat otomatis mati, dan roket jatuh ke daerah perbukitan sekitar satu mil dari lokasi uji.

Tidak ada yang terluka, kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa lokasi jatuhnya roket jauh dari daerah permukiman dan perusahaan telah bekerja sama dengan pemerintah setempat sebelum uji coba untuk mengevakuasi warga di sekitar lokasi.

Video yang diunggah oleh media berita China dan media sosial juga memperlihatkan roket tersebut melaju sebelum kehilangan tenaga dan jatuh, meledak di bukit terdekat.

Pemerintah kota Gongyi mengatakan dalam pernyataan media sosial, bahwa jatuhnya roket tersebut memicu kebakaran, dan api berhasil dipadamkan pada Minggu malam.

"Kecelakaan itu tampaknya terjadi selama uji api statis, saat mesin dinyalakan seolah-olah akan lepas landas tetapi roket tetap tertahan di tanah," komentar DR Brad Tucker, seorang astrofisikawan di Universitas Nasional Australia yang meninjau video kecelakaan itu.

Itu adalah uji yang sangat rutin, katanya, seraya menambahkan bahwa meskipun sering dilakukan dengan roket secara horizontal, beberapa perusahaan, termasuk SpaceX, telah melakukan uji secara vertikal.

"Kegagalan semacam ini sangat umum terjadi, namun  sungguh mengejutkan bahwa kegagalan semacam ini terjadi," ujar Tucker.

Ia menambahkan bahwa satu-satunya kecelakaan serupa yang ia ketahui terjadi pada tahun 1952 ketika roket Viking 8 milik AS terlepas selama uji tembak statis dan mendarat di gurun yang jaraknya lima mil.

“Banyak hal yang mungkin salah sehingga kegagalan ini terjadi seperti ini,” katanya lagi.

Tucker menambahkan  bahwa meskipun program luar angkasa nasional Tiongkok sudah maju, industri luar angkasa komersialnya masih tergolong baru.

Industri komersial tersebut telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya ambisi pemerintah dalam bidang antariksa.

Tahun ini, untuk pertama kalinya, penerbangan antariksa komersial tercantum sebagai industri baru yang akan dikembangkan secara aktif dalam laporan kerja tahunan pemerintah Tiongkok, dokumen kebijakan utama yang menguraikan prioritas pemerintah untuk tahun tersebut.

Space Pioneer, yang juga dikenal sebagai Beijing Tianbing Technology, merupakan pemain utama dalam industri tersebut.

Roket Tianlong-3 adalah roket pembawa terkuat yang saat ini sedang dikembangkan di China, dibuat khusus untuk membantu membangun sistem internet satelit negara tersebut, menurut Space Pioneer. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES