Peristiwa Internasional

Warga Palestina Terus Diusir oleh Tentara Israel

Selasa, 02 Juli 2024 - 18:31 | 10.11k
Seorang pria Palestina menggendong anak-anaknya saat berjalan di samping bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, Sabtu (30/6/2024). (FOTO: Reuters)
Seorang pria Palestina menggendong anak-anaknya saat berjalan di samping bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, Sabtu (30/6/2024). (FOTO: Reuters)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sudah sangat menderita, rakyat Palestina terus "diaduk-aduk" oleh tentara Israel, diusir sana-usir sini dengan dalih untuk keamanan ketika zionis itu bersiap melakukan serangan daratnya.

Terbaru, Senin (1/7/2024) kemarin, tentara zionis kembali memerintahkan warga Palestina yang berada di wilayah tenggara Gaza di pinggiran Khan Younis dan Rafah untuk pergi dari rumahnya.

Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengecam perintah evakuasi terbaru Israel, dengan mengatakan sekitar 250.000 orang harus meninggalkan Khan Younis, padahal sudah tidak ada tempat yang aman lagi di Gaza.

"Hanya beberapa minggu setelah orang-orang dipaksa kembali ke Khan Younis yang hancur, otoritas Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk wilayah tersebut. Sekali lagi, keluarga-keluarga menghadapi pengungsian paksa," tulis badan kemanusiaan utama Gaza di X.

Institut Studi Perang (ISW) dan Proyek Ancaman Kritis (CTP) mengatakan, perintah evakuasi yang dikeluarkan untuk wilayah timur Khan Younis “biasanya berarti bahwa pasukan Israel akan memasuki wilayah tersebut dalam waktu 24 jam. 

Luciano Zaccara, seorang profesor politik Teluk di Pusat Studi Teluk Universitas Qatar juga mengatakan, perintah evakuasi Israel dari timur Khan Younis itu menunjukkan ketidakmampuannya mencapai tujuannya melenyapkan Hamas dan justru niatnya ingin menghabisi penduduk.

"Ini menunjukkan bahwa mereka tidak bisa memenangkan perang, mereka ingin melenyapkan Hamas secara fisik dan politik. Tetapi nyatanya sejauh ini kelompok itu masih ada, inilah mengapa mereka perlu memindahkan orang-orang, untuk mengejar mereka," kata Zaccara dikutip pernyataannya kepada Al Jazeera.

"Ini juga membuktikan bahwa Israel ingin memenangkan perang ini dengan cara melelahkan rakyat (Palestina)," tegasnya, mengacu pada beberapa perintah evakuasi sebelumnya dari lokasi berbeda dalam sembilan bulan terakhir perang.

"Dengan cara itu, mereka justru menciptakan lebih banyak masalah dan kerugian bagi warga Palestina yang tidak bisa tinggal lebih dari satu bulan atau 15 hari di satu tempat," tambahnya.

Gagasan bahwa ada tempat aman untuk memindahkan orang, lanjut Zaccara, “tidak benar karena setiap kali terjadi pengungsian, selalu ada serangan”.

Kelompok pemikir pertahanan yang berbasis di AS mengatakan, "operasi pembersihan" yang diharapkan di Khan Younis timur terjadi setelah pejuang Jihad Islam Palestina (PIJ) meluncurkan salvo 20 roket ke Israel dari kota selatan di Jalur Gaza.

"Pasukan Israel sempat ditarik keluar dari Khan Younis pada tanggal 7 April dan “pembentukan kembali” pasukan Hamas di kota tersebut yang menjadi latar belakang operasi darat yang akan datang," kata para pemantau perang.

Operasi darat Israel terus berlanjut di lingkungan Shujayea, Kota Gaza di utara, tempat para pejuang Hamas menggunakan persenjataan canggih, termasuk “penetrator berbentuk peledak” yang sering digunakan untuk menargetkan kendaraan lapis baja Israel.

Menurut laporan ICW/CTP., Pejuang Hamas tampaknya juga setidaknya sebagian telah kembali berkumpul di Shujayea, sejak pasukan Israel terakhir beroperasi di sana pada bulan April.

Sementara itu ratusan pasien Palestina dengan terpaksa meninggalkan Rumah Sakit Eropa.

Begitu pula kamp tenda bagi para pengungsi di Khan Younis telah kosong ketika tentara Israel memerintahkan evakuasi segera wilayah timur kota terbesar kedua di Gaza.

Saat Israel mengeluarkan perintah evakuasi massal kepada yang berada di wilayah tenggara Gaza di pinggiran Khan Younis dan Rafah untuk pergi dari rumahnya, tank-tank Israel menggempur dengan sengit, sehingga warga sipil Palestina di Rafah terjebak di tengah pertempuran di selatan Jalur Gaza, dan lingkungan Shujayea di utara Kota Gaza. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES