Peristiwa Internasional

Barcelona Jenuh Wisatawan, Penduduknya Protes

Selasa, 09 Juli 2024 - 09:11 | 8.64k
Para pengunjuk rasa menyemprotkan pistol air ke arah wisatawan yang sedang makan di tempat-tempat populer di kota tersebut. (FOTO: Reuters)
Para pengunjuk rasa menyemprotkan pistol air ke arah wisatawan yang sedang makan di tempat-tempat populer di kota tersebut. (FOTO: Reuters)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kalau ada negara yang merasa jenuh dengan kehadiran wisatawan, maka itu adalah Barcelona, Spanyol, dimana dalam minggu-minggu ini ribuan penduduknya protes dan "mengusirnya".

Ribuan warga Barcelona itu marah. Mereka  turun ke jalan selama akhir pekan ini sebagai protes terhadap pariwisata massal di kota Spanyol itu. Mereka membawa "senjata" berupa pistol air.

Para pengunjuk rasa itu menembakkan air dari pistol warna-warni ke arah wisatawan yang sedang bersantap di Las Ramblas, distrik yang banyak didatangi wisatawan.

Saat para wisatawan itu 
 basah kuyup oleh semprotan air dan bergegas pergi, mereka meneriakkan "turis pulang saja" dan dengan menggunakan pita merah mereka kemudian enutup pintu masuk hotel dan restoran.

Demonstran lainnya membawa spanduk yang bertuliskan "pariwisata membunuh kota."

Itu adalah bagian dari aksi protes yang lebih luas yang melibatkan setidaknya 2.800 yang menuntut pembatasan pariwisata di kota asal mereka, menurut data kepolisian.

Namun, dilansir The Telegraph, penyelenggara protes mengklaim bahwa jumlah orang yang ikut serta tujuh kali lebih banyak.

Sabtu lalu wali kota Barcelona, Jaume Collboni. yang beraliran Sosialis, memperbarui "komitmen kuatnya" untuk menghapuskan persewaan jangka pendek bergaya Airbnb di kota tersebut dalam waktu lima tahun.

Dalam sebuah posting di platform media sosial X, Collboni mengatakan, rencana perumahan baru akan menghapus lebih dari 10.000 properti yang dimanfaatkan para wisatawan, dan properti itu akan dikembalikan kepada penduduk.

Ia menambahkan, bahwa pajak turis akan dinaikkan dari €3,25 ($3,52) menjadi €4 ($4,33) per malam.

Sementara sebagian pendapatan turis akan digunakan untuk berinvestasi dalam proyek-proyek lokal.

Barcelona mendapatkan sekitar €95 juta ($102,9 juta) dalam bentuk pajak turis per tahun, tetapi biaya yang dikeluarkan dari pariwisata, termasuk biaya kebersihan, keamanan, dan transportasi, berjumlah €142 juta ($153,8).

Menurut Institut Statistik Nasional, Spanyol kedatangan sekitar 85,1 juta pengunjung internasional sepanjang tahun 2023, dengan 15,6 juta di antaranya mengunjungi Barcelona.

Namun, ibu kota Catalan itu bukan satu-satunya tempat di mana penduduk lokal Spanyol melawan kelebihan turisme.

Bulan April lalu, puluhan ribu orang melakukan demonstrasi besar-besaran menentang pariwisata di Kepulauan Canary , komunitas otonom Spanyol.

Upaya tersebut didukung oleh kelompok lingkungan termasuk Greenpeace, WWF, dan Friends of the Earth.

Pada bulan Mei, sekitar 10.000 orang di Pulau Mallorca, Spanyol, juga menghadiri demonstrasi serupa untuk memprotes kurangnya perumahan terjangkau yang disebabkan oleh meningkatnya pariwisata.

Pada bulan Juni, penduduk
setempat menduduki pantai Calo des Moro di Mallorca untuk melindunginya dari wisatawan. Sekitar 300 orang membentangkan spanduk bertuliskan "SOS untuk warga," sementara beberapa pengunjukrass membagikan selebaran kepada wisatawan Inggris dan Jerman.

Bulan lalu, 15.000 orang lainnya di Málaga yang menjadi tujuan liburan populer di Spanyol, khususnya di kalangan wisatawan Inggris dan Prancis juga. berunjuk rasa menentang tingginya jumlah wisatawan.

Kota yang terletak di dekat resor Costa del Sol ini telah memicu gentrifikasi yang cepat, yang menyebabkan harga perumahan melambung tinggi dan persewaan jangka pendek meningkat.

Saat ini terdapat lebih dari 400.000 persewaan jangka pendek di seluruh Spanyol, menurut data dari AirDNA, sebuah perusahaan layanan informasi.

Namun, pemerintah Spanyol mengatakan sedang  mempertimbangkan pelarangan nasional atas persewaan turis di dalam bangunan tempat tinggal.

Spanyol bukanlah satu-satunya negara yang mulai jenuh dengan turis.

Tahun lalu, kota Amsterdam, Belanda, juga meluncurkan kampanye iklan dengan pesan video " jangan datang lagi " yang ditujukan kepada turis pria muda Inggris yang suka membuat onar.

Yunani dan destinasi populer lainnya juga mempertimbangkan tindakan keras terhadap penyewaan jangka pendek.

Namun banyak yang menyatakan bahwa wisatawan yang makan di restoran lokal dan menghabiskan uang mereka di kota Barcelona, Spanyol itu menguntungkan ekonomi lokal.

Staf di salah satu restoran di kota Barcelona, Spanyol menggelengkan kepala melihat apa yang banyak orang lihat sebagai serangan yang salah arah dan tidak beralasan. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES