Komite Administratif Gaza Mulai Rapat Perdana di Kairo Bahas Bantuan dan Rekonstruksi
Komite Administratif Gaza menggelar rapat perdana di Kairo, Mesir, dengan agenda utama bantuan kemanusiaan dan rencana rekonstruksi Jalur Gaza pascakonflik.

JAKARTA – Komite Administratif Gaza menggelar rapat perdana di Kairo, Mesir, Jumat (16/1/2025), sebagai langkah awal pengelolaan administratif Jalur Gaza dengan fokus pada penyaluran bantuan kemanusiaan dan perencanaan rekonstruksi pascaperang.
Media Mesir, Qahera News, melaporkan bahwa sidang awal Komite Nasional Palestina yang ditugaskan mengelola Gaza tersebut berlangsung di ibu kota Mesir dan melibatkan pembahasan mengenai kebutuhan mendesak warga sipil serta strategi pemulihan wilayah yang terdampak konflik.
Pembentukan komite ini sebelumnya telah dilaporkan oleh sejumlah media Palestina, regional, dan internasional, yang menyebutkan bahwa sebuah badan teknokratik telah dibentuk dengan anggota dari kalangan profesional Palestina.
Rapat perdana tersebut berlangsung setelah Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengumumkan dimulainya tahap kedua rencana Amerika Serikat untuk Jalur Gaza. Tahap ini juga sejalan dengan hasil perundingan antar-faksi Palestina yang digelar di Kairo pada Rabu (14/1/2025).
Tahap kedua rencana tersebut berfokus pada pembentukan kerangka Dewan Perdamaian yang mengintegrasikan komite teknokratik Palestina dengan pasukan stabilisasi internasional guna mengelola masa transisi di Jalur Gaza.
Dalam skema tersebut, komite teknokratik akan bertanggung jawab atas administrasi sipil dan penyediaan layanan dasar seiring dengan penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza. Sementara itu, pasukan internasional akan menjalankan peran keamanan dan stabilisasi secara sementara.
Struktur pengelolaan ini dilaporkan berada di bawah pengawasan Dewan Perdamaian yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan dukungan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menurut sumber terkait, komite teknokratik tersebut diketuai oleh Ali Shaath, mantan Wakil Menteri Perencanaan Palestina. Sejumlah anggota lainnya mencakup Omar Shamaly untuk bidang telekomunikasi, Abdul Karim Ashour di sektor pertanian, Raed Yaghi di bidang kesehatan, Raed Abu Ramadan untuk perdagangan dan ekonomi, Jabr al-Daour di sektor pendidikan, Bashir al-Rais untuk keuangan, Ali Barhoum untuk urusan air dan pemerintahan kota, serta
Hanaa Tarzi yang menangani urusan sosial dan isu perempuan.
Rapat perdana ini menjadi penanda dimulainya proses administratif baru di Jalur Gaza di tengah upaya internasional mencari solusi jangka panjang bagi stabilitas dan pemulihan wilayah tersebut. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

