Advertisement
Peristiwa Internasional

Presiden Palestina Mahmoud Abbas: Israel Dalang Kehancuran Gaza, 260.000 Korban dan 85% Infrastruktur Hancur

Presiden Palestina Mahmoud Abbas ungkapkan data korban dan kehancuran Gaza saat bertemu Vladimir Putin. Ia sebut Israel sebagai dalang kerusakan besar dan tegaskan perjuangan menuju negara Palestina merdeka.

TIMES Indonesia,
Presiden Palestina Mahmoud Abbas: Israel Dalang Kehancuran Gaza, 260.000 Korban dan 85% Infrastruktur Hancur
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan pidato dalam Debat Umum Sesi ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations General Assembly (UNGA) di markas besar PBB di New York pada 26 September 2024.(ANTARA/Xinhua/Li Rui.)
A-AA+

JAKARTA Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan bahwa penjajahan Israel merupakan dalang di balik kehancuran besar yang terjadi di Jalur Gaza. Pernyataan ini disampaikannya dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (22/1/2026).

“Kami, Tuan Presiden, sudah sangat menderita di tanah Palestina kami, seperti yang Anda ketahui dengan baik, selama penjajahan Israel, yang telah menyebabkan kehancuran di Jalur Gaza dan di Tepi Barat Yerusalem,” kata Abbas kepada Putin.

Advertisement

Ia kemudian memaparkan data-data mengerikan tentang situasi di Gaza:

  • Korban tewas dan terluka di Jalur Gaza telah mencapai 260.000 orang.

  • Ribuan orang lainnya terluka di Tepi Barat.

  • 85% infrastruktur di Gaza hancur.

  • Jalur Gaza hampir hancur total akibat agresi militer.

    Advertisement

Abbas menegaskan bahwa pendirian negara Palestina yang merdeka adalah tujuan yang tidak terelakkan. Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita WAFA pada Desember lalu, ia menekankan tekad rakyat Palestina menuju kebebasan dan kemerdekaan.

“Terwujudnya negara Palestina yang berdaulat penuh dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, bersama dengan pemulangan para pengungsi sesuai resolusi internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab, adalah tujuan utama kami,” tegas Abbas.

Pertemuan dengan Putin ini merupakan bagian dari upaya diplomatik Palestina untuk mendapatkan dukungan internasional dalam menekan Israel dan mengadvokasi solusi dua negara yang berkeadilan. Pernyataan Abbas juga menyoroti keparahan krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza, yang membutuhkan perhatian dan intervensi global segera.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia