Advertisement
Peristiwa Internasional

Satu Keluarga Palestina Tewas Diberondong Peluru Tentara Israel

Satu keluarga Palestina tewas dalam penembakan di Tammun, Tepi Barat. Eskalasi kekerasan melibatkan tentara dan pemukim Israel di Nablus serta Jenin.

TIMES Indonesia,
Satu Keluarga Palestina Tewas Diberondong Peluru Tentara Israel
Tentara Israel bersama-sama para pemukim meningkatkan serangannya di Tepi Barat bahkan disertai dengan serangan berdarah. (FOTO: Al Jazeera)
A-AA+

Jakarta Eskalasi kekerasan di Tepi Barat bagian utara kembali menelan korban jiwa. Satu keluarga Palestina yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak balita dilaporkan tewas setelah kendaraan yang mereka tumpangi ditembaki oleh unit khusus tentara Israel di kota Tammun, selatan Tubas, Minggu (15/3/2026) subuh.

Dilansir Al Jazeera, Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa kru medis mengevakuasi empat jenazah dari dalam kendaraan yang menjadi sasaran tembakan bertubi-tubi di pusat kota.

Advertisement

Sumber lokal mengidentifikasi para korban sebagai Ali Khaled Bani Odeh (37), istrinya Waad Othman Bani Odeh (35), serta kedua anak mereka, Muhammad (5) dan Othman (6). Berdasarkan laporan lapangan, tentara Israel sempat menghalangi ambulans yang hendak mengevakuasi korban di lokasi kejadian.

Dua anak lainnya yang berada di dalam mobil tersebut dilaporkan selamat tanpa luka fisik. Dalam rekaman audio yang beredar di kalangan aktivis, salah satu anak yang selamat menceritakan detik-detik mencekam saat mereka bersembunyi di dalam kendaraan ketika peristiwa penembakan berlangsung.

Serangan Pemukim di Nablus

Pada waktu yang hampir bersamaan, kekerasan juga terjadi di kota Qusra, selatan Nablus. Seorang pemuda bernama Amir Mutasim Mahmoud Odeh (28) dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak oleh pemukim Israel pada Sabtu malam.

Wali Kota Qusra melaporkan bahwa kelompok pemukim bersenjata melepaskan tembakan peluru tajam ke arah rumah-rumah warga. Serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah warga lainnya mengalami luka tembak dan luka akibat penganiayaan fisik.

Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman mencatat adanya peningkatan serangan sistematis, dengan lebih dari 192 insiden yang melibatkan pemukim dalam dua minggu terakhir. Serangan-serangan ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperluas permukiman dan mengubah realitas geografis di Tepi Barat.

Advertisement

Operasi Militer di Jenin dan Nablus

Selain penembakan di Tammun dan Qusra, pasukan Israel juga melakukan penggerebekan di kota Qabatiya dan Al-Yamoun, Kegubernuran Jenin, pada Minggu subuh. Petugas melakukan penggeledahan di sejumlah rumah warga dan menahan seorang pemuda di Al-Yamoun untuk penyelidikan lebih lanjut.

Ketegangan serupa terjadi di kota Beit Furik, timur Nablus. Pasukan keamanan dilaporkan memasuki wilayah tersebut dengan menggunakan granat suara dan gas air mata di tengah eskalasi militer yang terus meningkat di wilayah Tepi Barat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia