Advertisement
Peristiwa Internasional

Roket Tianlong-3 Siap Meluncur: Ambisi China Mengguncang Takhta SpaceX

China siapkan Tianlong-3, roket swasta pertama penantang SpaceX. Mampu angkut 20 ton muatan dan 10 kali pakai, siap meluncur 2 April 2026.

TIMES Indonesia,
Roket Tianlong-3 Siap Meluncur: Ambisi China Mengguncang Takhta SpaceX
Ilustrasi roket Smart Dragon-3 (SD-3). (Foto: ANTARA/China)
A-AA+

Jakarta – Dominasi absolut SpaceX dalam industri peluncuran roket yang dapat digunakan kembali (reusable) kini menghadapi penantang serius dari Asia. Perusahaan antariksa swasta asal China, Space Pioneer, dijadwalkan akan meluncurkan roket pengangkut Tianlong-3 pada 2 April 2026.

Langkah ini menandai babak baru dalam perlombaan ruang angkasa komersial, di mana efisiensi biaya dan ketangguhan teknologi tidak lagi menjadi monopoli tunggal perusahaan milik Elon Musk.

Advertisement

Spesifikasi Teknis: Mengejar Standar Falcon 9

Tianlong-3 dirancang dengan satu target ambisius: menyamai performa Falcon 9. Sebagai roket propelan cair pertama yang dikembangkan secara swasta di Negeri Tirai Bambu, wahana ini membawa spesifikasi yang mengesankan.

Berdasarkan laporan Kechuangban Ribao, roket dua tahap ini memiliki dimensi tinggi sekitar 71 meter dengan bobot lepas landas mencapai 590 ton. Secara fungsional, Tianlong-3 diklaim mampu mengirimkan muatan seberat 17 hingga 22 ton ke orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO).

"Performanya dirancang sebanding dengan Falcon 9, dengan kemampuan menempatkan konstelasi hingga 36 satelit ke orbit hanya dalam satu kali peluncuran," tulis laporan media domestik China tersebut, Selasa (31/3/2026).

Inovasi Reusable: Strategi Menekan Biaya

Kunci utama dari keunggulan kompetitif di industri peluncuran modern adalah kemampuan penggunaan kembali (reusability). Tianlong-3 dibekali dengan sembilan mesin Tianhuo-12 berbahan bakar cair pada tahap pertamanya.

Teknologi ini diklaim mampu membuat roket tersebut digunakan kembali hingga 10 kali. Jika berhasil, Space Pioneer akan menyusul jejak sukses SpaceX dan Blue Origin sebagai entitas yang mampu memulihkan tahap pertama roket setelah peluncuran.

Advertisement

Secara strategis, kemampuan ini akan memangkas biaya operasional secara drastis, memungkinkan China untuk melakukan peluncuran satelit skala besar secara lebih frekuen dan ekonomis.

Peta Persaingan Global Ruang Angkasa

Kehadiran Tianlong-3 mempertegas posisi China yang tidak lagi hanya mengandalkan roket milik negara (Long March). Munculnya pemain swasta yang tangguh seperti Space Pioneer menunjukkan ekosistem antariksa China telah mencapai kematangan teknologi yang mampu bersaing di level internasional.

Meski SpaceX saat ini masih menjadi kendaraan peluncuran yang paling sering digunakan secara global, keberhasilan uji teknologi pendaratan roket oleh beberapa perusahaan China menunjukkan bahwa kesenjangan teknologi antara AS dan China di sektor komersial semakin menyempit.

Peluncuran pada 2 April mendatang bukan sekadar uji teknis, melainkan pembuktian apakah "naga" swasta ini benar-benar mampu menggoyang takhta Falcon 9 di orbit bumi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia