Advertisement
Peristiwa Internasional

Redam Tensi Timur Tengah, Presiden Prancis Rancang Misi Damai Pembukaan Selat Hormuz

Presiden Prancis Emmanuel Macron merencanakan misi damai internasional untuk membuka kembali Selat Hormuz. Langkah ini menyasar pengamanan jalur distribusi minyak global di tengah ketegangan Iran-AS.

TIMES Indonesia,
Redam Tensi Timur Tengah, Presiden Prancis Rancang Misi Damai Pembukaan Selat Hormuz
Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara di pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss (20/1/2026). (Foto: ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa)
A-AA+

JAKARTA Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan komitmennya untuk menggalang kerja sama internasional dalam sebuah operasi damai guna membuka kembali Selat Hormuz. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang mengganggu stabilitas jalur pelayaran strategis tersebut.

"Kami ingin membuka kembali Selat Hormuz," tegas Macron di hadapan mahasiswa Universitas Yonsei dalam kunjungannya ke Korea Selatan, Jumat (3/4/2026).

Advertisement

Macron mengungkapkan bahwa Prancis tengah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah negara untuk merancang misi perdamaian. Fokus utama misi ini adalah memberikan pengawalan bagi kapal tanker dan kapal kargo yang melintasi perairan tersebut.

Menurut Macron, keberhasilan operasi ini akan sangat bergantung pada penerapan mekanisme dekonfliksi dengan Iran, terutama setelah gencatan senjata tercapai atau situasi keamanan di kawasan mulai stabil.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan dari kerja sama ini tidak hanya sebatas pengamanan jalur laut, tetapi juga untuk memastikan terciptanya gencatan senjata dan negosiasi yang menyeluruh. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran serta pemantauan yang akurat bagi komunitas internasional terkait aktivitas nuklir, program balistik, hingga peran proksi Iran di kawasan tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang melayani sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia. Stabilitas di jalur ini terganggu sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang memicu lonjakan harga energi secara global.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan yang beragam mengenai rencana AS di Selat Hormuz. Meski demikian, Trump secara terbuka menyerukan kepada negara-negara sekutu, termasuk Prancis, untuk turut serta melindungi jalur maritim penting tersebut demi keamanan ekonomi dunia. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia