Advertisement
Peristiwa Internasional

Iran Berencana Membentuk Rantai Manusia di Pembangkit Listriknya

Iran berencana membentuk rantai manusia di pembangkit listrik menjelang tenggat waktu serangan AS yang diancamkan oleh Donald Trump.

TIMES Indonesia,
Iran Berencana Membentuk Rantai Manusia di Pembangkit Listriknya
Duta Besar Iran untuk PBB menuntut kecaman internasional atas ancaman Presiden AS Donald Trump baru-baru ini untuk menargetkan infrastruktur sipil penting di Iran, dan menyebut pernyataan tersebut sebagai hasutan terorisme dan potensi kejahatan peran
A-AA+

MALANG Iran berencana membentuk rantai manusia di pembangkit listrik menjelang tenggat waktu serangan AS yang diancamkan oleh Donald Trump.

Dilansir Times of India, seorang pejabat pemerintah Iran, Sekretaris Dewan Tertinggi  Pemuda dan Remaja, Iran, Alireza Rahimi mendesak kaum muda, atlet, seniman, mahasiswa dan profesor universitas untuk berkumpul pukul 2 siang (hari ini, WIB) di sekitar pembangkit listrik.

Advertisement

Alireza mengatakan pembangkit listrik adalah infrastruktur energi utama dan aset nasional yang menjadi bagian dari masa depan Iran. Ia juga menyerukan persatuan tanpoa memandang dari sudut pandang politik.

Mahluk Biadab

Sementara itu di podium Gedung Putih, saat Donald Trump memberi penjelasan tentang penyelamatan dua pilot yang dinilainya 'menakjubkan', justru menuai ketidakpercayaan dan ejekan.

Penulis reformis Iran yang terkenal, Ahmad Zeidabadi mengatakan, jika rakyat Amerika atau negara lain tidak menghentikan makhluk biadab ini, maka 90 juta rakyat Iran itu terputus, rumah dan jalanan akan gelap gulita, para lansia dan penyandang disabilitas akan terperangkap di gedung-gedung apartemen, dan air, gas, bensin, serta solar akan menjadi langka, yang kemudian segera diikuti oleh kekurangan makanan, kebersihan, dan transportasi,"

Tokoh YouTube dan komedian Jimmy Dore yang memimpin kecaman terhadap Trump menyebut, bahwa narasi pemerintahan Trump itu sebagai 'pertunjukan badut' setelah Trump mengklaim dominasi militer total meskipun baru-baru ini terjadi penembakan jatuh jet tempur AS.

Advertisement

"Berpura-pura bahwa menembak jatuh jet tempur oleh militer yang menurut Trump 'benar-benar hancur' sebagai sebuah kemenangan adalah pertunjukan badut belaka," tulis Dore di X. " Iran dipermalukan? Semua yang mereka katakan adalah proyeksi dan pengakuan."

Akun-akun keuangan populer lainnya di X juga menyuarakan sentimen serupa, dengan sebuah unggahan viral yang menyatakan: "Itu adalah salah satu konferensi pers paling gila yang pernah diberikan Trump. Benar-benar komedi".

Trump juga menggunakan pengarahan tersebut untuk mengeluarkan peringatan terakhir yang mengerikan kepada Iran dengan menetapkan tenggat waktu yang tegas pada hari Selasa pukul 8:00 nanti malam.

"Seluruh negara bisa hancur dalam satu malam – dan malam itu mungkin besok malam," kata Trump, Senin kemarin. Dia memperingatkan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, dia akan memerintahkan penghancuran total infrastruktur sipil Iran, dan bersumpah akan meninggalkan negara itu dalam "zaman batu ".

"Setiap jembatan di Iran akan hancur lebur pada malam besok. Setiap pembangkit listrik akan gulung tikar, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi. Rakyat Iran akan membutuhkan 100 tahun untuk membangun kembali tanpa bantuan Amerika," katanya.

Veteran Angkatan Darat, Clay Harmon menyebut Trump  "gila mutlak" di X.
"Trump baru saja mengatakan kepada Iran untuk membuka selat atau menghadapi pemboman pada hari Selasa. Tanpa pengacara. Tanpa konferensi pers. Langsung dari presiden. Kapan terakhir kali kita memiliki presiden seperti ini," reaksi Harmon.

Presiden mengklaim bahwa dia telah 'menguji coba' strategi ini, dengan membual bahwa baru-baru ini dia memerintahkan penghancuran jembatan terbesar Iran hanya dalam 10 menit untuk 'memaksa kepatuhan' ketika negosiasi menemui jalan buntu.

Trump juga mengemukakan rencana agar AS akan mengambil alih dan mengendalikan Selat Hormuz dan menerapkan ada ya "biaya tol" kepada pelayaran global yang melewatinya .

"Kenapa tidak? Kita kan pemenangnya," lasan Trump dan kemudian membandingkannya dengan strategi pemerintahannya terhadap minyak Venezuela. "Mereka telah kalah secara militer. Satu-satunya yang mereka miliki adalah psikologi, oh, kita akan menjatuhkan beberapa ranjau ke dalam air," katanya dengan seenaknya.

Ancaman terhadap pasokan listrik Iran disambut dengan campuran, sikap menantang- kemarahan dan ketakutan yang bisa dimengerti karena mereka mempertimbangkan kemungkinan pemadaman listrik yang berkepanjangan, dan membuat permohonan menit terakhir kepada seluruh dunia untuk mendesak Trump agar menahan diri dari apa yang mungkin merupakan ancaman gegabah dan setengah matang.

Salah seorang penulis reformis Iran yang terkenal, Ahmad Zeidabadi menyamakan apa yang mungkin terjadi di masa depan dengan novel pasca-apokaliptik berjudul Blindness karya José Saramago, dimana seluruh dunia secara bertahap menjadi buta. Zeidabadi yang biasanya pendiam menggambarkan serangan Trump sebagai ancaman terbesar yang ditimbulkan terhadap negaranya atau negara mana pun di dunia sepanjang sejarah.

"Jika aliran listrik untuk 90 juta rakyat Iran itu terputus, rumah dan jalanan akan gelap gulita, para lansia dan penyandang disabilitas akan terperangkap di gedung-gedung apartemen, dan air, gas, bensin, serta solar akan menjadi langka, yang kemudian segera diikuti oleh kekurangan makanan, kebersihan, dan transportasi," katanya.

"Jika rakyat Amerika atau negara lain tidak menghentikan makhluk biadab ini, Timur Tengah akan langsung menjadi neraka yang tak terbayangkan dan kemudian menjadi tanah tandus dan tidak layak huni," katanya lagi. Ia menggambarkan Trump adalah individu gila yang justru menjadi mengambil keputusan utama dari kekuatan militer terbesar di dunia itu.  Perasaan bahwa AS berada di bawah cengkeraman sosok yang tidak waras cukup umum di kalangan orang Iran.

Putra presiden Iran, Masoud Pezeshkian, Yousef Pezeshkian dalam buku harianya membenarkan potensi pembalasan Iran dengan mengatakan, jika  Amerika menyerang infrastruktur, konsekuensinya akan kembali kepadanya. "Anda tidak bisa mengatakan "saya akan memutus aliran listrik anda, tetapi anda tidak boleh memutus aliran listrik saya". "Apa pun yang kita lakukan cepat atau lambat akan kembali menghantui kita. Ini adalah hukum alam dan sistem penciptaan. Inilah kehormatan dunia," tulisnya.

Seorang pengacara internasional yang memiliki hubungan kuat dengan kementerian luar negeri Iran, Reza Nasri memperingatkan bahwa jika Trump menindaklanjuti janjinya untuk menyerang pembangkit listrik Iran, itu bukanlah kejahatan perang yang dilakukan dalam kekacauan pertempuran, melainkan sesuatu yang memang direncanakan dan diumumkan sebelumnya. Ia mengklaim kurangnya pengawasan kongres atau peradilan menunjukkan ada sesuatu yang fundamentally salah dalam politik Amerika Serikat.

Seorang pakar energi yang banyak dikutip di media Iran, Mohammad Enayati juga menambahkan, bahwa jaringan energi Iran kapasitasnya 100.000 megawatt itu tersebar dan luas, sehingga sulit untuk dihancurkan hanya dengan beberapa serangan udara. Lima pembangkit listrik terbesar Iran menyumbang 10% dari produksi listrik Iran, tetapi lima pembangkit listrik terbesar Israel menyediakan 50% energi Israel.

Iranpun berencana membentuk rantai manusia di sekitar pembangkit listrik menjelang tenggat waktu serangan AS yang diancamkan oleh Donald Trump.(*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia