Advertisement
Peristiwa Internasional

Setelah Menempuh 2,3 juta km di Angkasa, Orion Beserta Awaknya Selamat Sampai di Bumi

Pesawat ruang angkasa Orion milik NASA dengan empat awak Artemis II, yaitu astronot Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronot CSA (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen mendarat dengan selamat di Samudra Pasifik di lepas pantai Califo

TIMES Indonesia,
Setelah Menempuh 2,3 juta km di Angkasa, Orion Beserta Awaknya Selamat Sampai di Bumi
Pesawat ruang angkasa Orion dengan empat awak Artemis II, yaitu astronot Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen saat mendarat di Samudra Pasifik, California, Amerika Serikat.(FOTO: NASA)
A-AA+

JAKARTA Pesawat ruang angkasa Orion milik NASA dengan empat awak Artemis II, yaitu astronot Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronot CSA (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen mendarat dengan selamat di Samudra Pasifik di lepas pantai California, Jumat (10/4/2026) pukul 20:07 EDT atau pukul 11 siang (Sabtu/11/4/2026) WIB.

Pesawat ruang angkasa Orion turun lebih cepat dan pada sudut yang lebih curam karena untuk meminimalkan waktu saat pesawat itu terpapar panas tertinggi ketika menukik ke Bumi.

Advertisement

Awak pesawat "Artemis II" itu kembali dengan selamat setelah penerbangan pertama mereka mengelilingi bulan.

NASA juga telah mengumumkan pada hari Jumat bahwa keempat astronot yang berpartisipasi dalam misi Artemis 2 mendarat dengan selamat di Samudra Pasifik di lepas pantai California , setelah misi selama 10 hari, penerbangan manusia pertama yang mengorbit bulan setelah lebih dari 50 tahun.

NASA menyatakan, bahwa tim khusus telah membantu awak keluar dari kapsul Orion di dekat San Diego, dan mereka dipindahkan ke kapal Angkatan Laut AS, kemudian diterbangkan ke Pusat Antariksa Johnson di Houston, Texas, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mereka diluncurkan pekan lalu dengan roket Space Launch System dari Cape Canaveral, Florida .

Misi bersejarah ini mengikuti lintasan berbentuk angka delapan mengelilingi Bumi dan Bulan, menempuh jarak lebih dari 2,3 juta kilometer.

Advertisement

Keempat astronot berhasil melakukan perjalanan lebih jauh dari Bumi daripada manusia mana pun sebelumnya, melampaui rekor yang ditetapkan oleh misi Apollo 13 pada tahun 1970.

Pada titik terjauhnya, wahana antariksa itu berada sekitar 406.771 kilometer dari Bumi, sementara jaraknya sekitar 6.545 kilometer dari permukaan bulan, tanpa rencana untuk mendarat di sana.

Selama penerbangan, para astronot mengamati bulan selama kurang lebih tujuh jam, termasuk pemandangan sisi jauh yang belum pernah terlihat sebelumnya. Awak pesawat juga menyaksikan gerhana matahari dari perspektif pesawat ruang angkasa Orion saat bulan melintas di depan matahari.

Amerika Serikat tetap menjadi satu-satunya negara yang telah mengirim manusia ke bulan, dengan 12 astronot berjalan di permukaannya sebagai bagian dari misi Apollo antara tahun 1969 dan 1972, yang pertama adalah Neil Armstrong dan yang terakhir adalah Eugene Cernan.

NASA mengeluarkan para astronot itu satu persatu dari pesawat ruang angkasa Orion.

Proses memasuki atmosfer saat kembali ke Bumi selalu menjadi salah satu bagian paling berisiko dari penerbangan luar angkasa, tak terkecuali bagi Artemis II, karena perisai panas Orion, lapisan penting yang melindungi astronot dari suhu ekstrem, memiliki cacat desain yang diketahui.

Karena itu, untuk mengurangi risiko bagi para astronot itu, NASA membuat jalur masuk kembali kapsul yang dimodifikasi, dan  Orion turun lebih cepat dan pada sudut yang lebih curam untuk meminimalkan waktu terpapar panas tertinggi, karena kecepatannya mencapai 38.405 km/jam. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia