Layanan Konsumsi Haji di Madinah Siap, Jemaah Dapat 27 Kali Makan Menu Indonesia
Layanan konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah siap. PPIH menyiapkan 27 kali makan dengan menu khas Indonesia yang diawasi ketat demi kualitas dan kenyamanan jemaah.
MADINAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah telah siap. Tahun ini, jemaah dijadwalkan menerima sebanyak 27 kali makan selama masa tinggal sekitar sembilan hari.
Kepala Seksi Pelayanan Konsumsi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Beny Darmawan, menjelaskan bahwa layanan makan diberikan tiga kali sehari dengan menu khas Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.
“Jemaah akan mendapatkan menu Indonesia dengan cita rasa Indonesia. Tahun ini, bumbu yang digunakan berupa bumbu pasta yang didatangkan langsung dari Indonesia, termasuk resep dan tenaga juru masaknya,” ujar Beny, Senin (20/2026).
Ia menambahkan, setiap dapur diwajibkan memiliki minimal dua juru masak utama dan empat asisten. Secara keseluruhan, terdapat 23 dapur yang telah diseleksi Kementerian Haji dan Umrah untuk melayani kebutuhan konsumsi jemaah di Madinah.
Terkait kebutuhan khusus, Beny menyebutkan bahwa jemaah lanjut usia (lansia) tetap mendapatkan perhatian. Menu yang disajikan pada dasarnya sama, namun disesuaikan dengan kondisi fisik jemaah.
“Untuk lansia, makanan bisa disesuaikan, misalnya nasi dibuat lebih lunak atau menjadi bubur, serta lauk yang lebih mudah dikonsumsi,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan, PPIH telah melakukan pengecekan terhadap seluruh dapur. Bahan baku disebut telah tersedia di masing-masing gudang, sementara tenaga juru masak juga sudah lengkap. Kesiapan ini telah dipastikan sejak sekitar 10 hari sebelum operasional dimulai.
Selain itu, pengawasan kualitas makanan dilakukan secara berlapis untuk mengantisipasi keluhan, keterlambatan, maupun penurunan mutu makanan. Setiap sampel makanan akan diperiksa di tiga titik, yakni di dapur, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta di sektor tempat jemaah berada.
“Pengawasan dilakukan mulai dari proses produksi hingga distribusi. Petugas konsumsi di setiap sektor juga akan memastikan makanan yang diterima jemaah dalam kondisi layak,” kata Beny.
Bumbu yang digunakan dalam pengolahan makanan seluruhnya berasal dari Indonesia dan telah didistribusikan ke dapur-dapur penyedia layanan. Tercatat, terdapat 23 jenis bumbu pasta yang digunakan untuk menjaga konsistensi cita rasa di setiap dapur.
Adapun menu yang disiapkan didominasi masakan Indonesia, mulai dari nasi goreng, olahan ayam, hingga berbagai menu khas lainnya yang telah disesuaikan dengan selera jemaah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


