Advertisement
Peristiwa Internasional

Cegah Dehidrasi dan Bibir Pecah, Jemaah Haji Diimbau Bawa Botol dan Rutin Minum

Jemaah haji Indonesia diimbau untuk tetap menjaga kesehatan sebelum keberangkatan menuju Arab Saudi termasuk mempersiapkan dan membawa botol minum untuk menghindari dehidrasi selama ibadah haji berlangsung.

TIMES Indonesia,
Cegah Dehidrasi dan Bibir Pecah, Jemaah Haji Diimbau Bawa Botol dan Rutin Minum
Cuaca siang hari di Masjidil Haram. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Jemaah haji Indonesia diimbau untuk tetap menjaga kesehatan sebelum keberangkatan menuju Arab Saudi termasuk mempersiapkan dan membawa botol minum untuk menghindari dehidrasi selama ibadah haji berlangsung. 

Meskipun cuaca saat pelaksanaan ibadah haji tidak masuk dalam kategori puncak panas, cuaca diperkirakan sekitar 38-40 derajat pada siang, tetapi tingkat kelembaban yang rendah atau udara kering membuat para jemaah haji Indonesia mudah kekurangan cairan dalam tubuh. 

Advertisement

“Dikarenakan suhunya tinggi, panas, kemudian kering udaranya, mudah terjadi penguapan cairan di tubuh,” ucap dr. M. Fathi Banna Al Faruqi, PKPPJH sektor 1 Daerah Kerja (Daker) Bandara di Madinah pada Senin (20/4/2026). 

“Jadi tubuh lebih mudah berkeringat tapi tidak terasa karena keringatnya langsung menguap. Nah, karena tubuh kurang cairan atau dehidrasi, dehidrasi ringan biasanya nanti tandanya yang pertama adalah bibir pecah-pecah,” sambungnya. 

Mencegah dan mengatasi permasalahan dehidrasi, ia mengingat kepada jemaah haji Indonesia untuk rutin minum. “Yang pertama adalah tentunya minum ya. Minum itu berarti perlu membawa botol isinya bisa air biasa atau air Zamzam,” ungkapnya. 

Ia mengatakan untuk menghindari dehidrasi dan kurangnya cairan tubuh, jemaah haji disarankan untuk meminum air setiap 10 menit sekali sebanyak dua tegukan saja sehingga cairan dalam tubuh tetap tercukupi. 

“Kenapa kok dua teguk setiap 10 menit? Biar cairannya tetap cukup. Nah, kalau minumnya langsung banyak nanti malah sering bolak-balik kamar mandi nanti malah bisa mengganggu ibadah,” katanya. 

Advertisement

“Jadi caranya biar tidak terlalu sering ke kamar mandi tapi juga biar tetap hidrasi cairannya bagus, minumnya adalah dua teguk setiap 10 menit, caranya berarti membawa botol,” sambungnya. 

Ia juga mengingatkan kepada jemaah haji dan keluarga jemaah haji untuk membawa pelembab bibir sebagai upaya pencegahan dan penanganan lain terhadap dehidrasi ringan yang ditandai dengan bibir pecah-pecah. 

“Kalau dalam hal untuk mencegah dan mengatasi bibir kering, berarti perlu membawa pelembab bibir. Nanti dilihat di komposisinya, di kandungannya ada namanya petroleum jelly. Nah itu semacam minyak, melapisi bibir biar tidak mudah kering. Tetapi yang paling utama adalah minum dua teguk setiap 10 menit,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia