Advertisement
Peristiwa Internasional

Antisipasi Jemaah Terpisah Hotel, Daker Madinah Siapkan Skema Evakuasi Tambahan

Daker Madinah menyiapkan skema mitigasi transportasi untuk jemaah haji, termasuk penanganan jemaah terpisah hotel dan tertinggal saat keberangkatan.

TIMES Indonesia,
Antisipasi Jemaah Terpisah Hotel, Daker Madinah Siapkan Skema Evakuasi Tambahan
Penampakan kamar hotel yang akan ditempati jamaah calon haji Indonesia di Madinah. (ANTARA/HO-Kemenhaj)
A-AA+

MADINAH Daerah Kerja (Daker) Madinah menyiapkan skema mitigasi untuk mengantisipasi berbagai kendala transportasi jemaah haji, termasuk potensi pemisahan akomodasi dan jemaah tertinggal saat mobilisasi.

Kepala Seksi Transportasi Daker Madinah, Muslih, menjelaskan bahwa pemisahan jemaah ke lebih dari satu hotel merupakan kondisi yang memungkinkan terjadi, tergantung kapasitas akomodasi.

Advertisement

“Penempatan jemaah di hotel ditentukan oleh pihak akomodasi. Jika satu kloter terbagi, maka transportasi akan menyesuaikan dengan pembagian tersebut,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Dalam kondisi tersebut, bus akan diarahkan terlebih dahulu ke hotel dengan jumlah jemaah terbesar. Selanjutnya, sisa jemaah akan diantar menggunakan kendaraan tambahan seperti minibus atau kendaraan operasional.

“Jika ada jemaah yang harus dipindahkan ke hotel lain, kami siapkan kendaraan tambahan untuk mempercepat proses distribusi,” kata Muslih.

Selain itu, Daker Madinah juga menyiapkan langkah antisipasi jika ada jemaah yang tertinggal saat keberangkatan, misalnya dari hotel menuju Makkah.

Petugas transportasi akan berkoordinasi dengan tim akomodasi yang bertugas memastikan seluruh kamar telah kosong sebelum keberangkatan. Jika ditemukan jemaah tertinggal, akan disiapkan kendaraan khusus untuk menyusul rombongan.

Advertisement

“Jika ada yang tertinggal, kami siapkan kendaraan operasional atau minibus untuk mengantar menyusul,” ujarnya.

Di sisi lain, proses distribusi barang jemaah juga telah diatur terpisah untuk menghindari keterlambatan. Koper besar diangkut menggunakan truk kontainer langsung ke hotel, sementara jemaah hanya membawa barang ringan di dalam bus.

Muslih menambahkan, koordinasi antar layanan menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran mobilisasi jemaah selama di Madinah.

“Semua proses melibatkan koordinasi antara transportasi, akomodasi, dan petugas kloter agar berjalan sesuai rencana,” katanya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia