PPIH Madinah Layani Kedatangan Jemaah 24 Jam, Petugas Atur Ritme di Tengah Lonjakan Kloter
Petugas PPIH Arab Saudi sektor Madinah melayani kedatangan jemaah haji 24 jam nonstop. Sistem tim dan manajemen tenaga diterapkan agar layanan tetap optimal.
MADINAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di sektor 4 Madinah terus bekerja tanpa henti melayani kedatangan jemaah haji Indonesia yang berlangsung hampir 24 jam.
Petugas Transportasi Sektor 4 Madinah, Sukarjan Supeno Suwardi, menyebutkan bahwa salah satu kloter yang baru tiba adalah kloter SOC 18 Solo dengan jumlah sekitar 360 jemaah, mayoritas berasal dari Kendal.
“Seharusnya jemaah mendarat pukul 23.00 waktu setempat dan tiba di hotel sekitar pukul 01.00. Namun lebih cepat, sekitar pukul 00.00 sudah sampai. Kami sendiri sudah siap sejak siang untuk penyambutan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Meski demikian, proses kedatangan sempat mengalami kendala administratif. Paspor jemaah telah dikumpulkan, namun pihak syarikah belum membawa bukti tanda terima, sehingga penurunan jemaah sempat tertunda.
“Kami menunggu tanda terima dari syarikah agar proses bisa dilanjutkan. Mudah-mudahan segera selesai,” kata Sukarjan.
Sebelum jemaah turun dari bus, petugas biasanya memberikan pembekalan singkat berupa bimbingan kesehatan dan keagamaan untuk memastikan kondisi jemaah tetap terjaga.
Di tengah padatnya jadwal kedatangan, petugas PPIH harus mengatur stamina secara mandiri. Sukarjan mengungkapkan bahwa waktu istirahat dilakukan secara singkat dan bergantian di sela-sela tugas.
“Kalau istirahat, biasanya di lobi. Lima sampai sepuluh menit sudah cukup untuk memulihkan tenaga. Konsumsi dan vitamin juga terpenuhi,” ujarnya.
Lonjakan kedatangan jemaah dalam satu hari menjadi tantangan tersendiri. Dalam periode 27 hingga 28, satu hotel bisa menerima hingga tiga kali kedatangan, sementara dalam satu sektor terdapat beberapa hotel yang harus dilayani secara bersamaan.
“Dalam satu hari bisa sampai sembilan kali penerimaan jemaah. Saya sendiri menangani tujuh hotel, sementara petugas lain menangani dua hotel,” katanya.
Untuk menjaga efektivitas layanan, PPIH menerapkan sistem pembagian tim. Setiap titik layanan didukung satu tim inti berisi lima orang, yang diperkuat tim pendukung hingga total sekitar 20 personel.
“Kami atur agar tim tidak terlalu besar, tetapi tetap efektif dalam bekerja,” ujar Sukarjan.
Dengan pola kerja tersebut, PPIH memastikan layanan kedatangan jemaah tetap berjalan optimal meski di tengah intensitas kerja yang tinggi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


