Jemaah Haji Diimbau Tertib Barang Bawaan
Daker Madinah mengimbau jemaah haji membatasi barang bawaan dan memanfaatkan layanan kargo untuk menghindari kendala transportasi selama ibadah haji.
MADINAH – Daker Madinah mengimbau jemaah haji Indonesia untuk lebih disiplin dalam mengatur barang bawaan selama menjalankan ibadah haji. Imbauan ini disampaikan menyusul temuan kelebihan bagasi pada hari pertama pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah.
Kepala Seksi Transportasi Daker Madinah, Muslih, menegaskan bahwa setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa satu koper besar, satu koper kabin, dan tas paspor sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menjelaskan, kelebihan barang tidak hanya menyulitkan proses transportasi, tetapi juga berpotensi mengganggu kenyamanan jemaah lain karena keterbatasan ruang angkut.
“Ketika ada jemaah yang membawa barang berlebih, itu bisa memakan ruang jemaah lain yang sudah sesuai ketentuan. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Sebagai solusi, jemaah disarankan memanfaatkan layanan pengiriman kargo untuk barang tambahan, terutama hasil belanja atau oleh-oleh. Di sekitar area hotel di Madinah, layanan tersebut telah tersedia dan dapat diakses dengan mudah.
“Jemaah tetap bisa berbelanja, tetapi untuk barang tambahan sebaiknya dikirim melalui kargo agar tidak menjadi beban saat mobilisasi,” kata Muslih.

Selain itu, Daker Madinah juga mengingatkan bahwa ketentuan bagasi akan lebih ketat saat pemulangan ke Indonesia. Maskapai penerbangan memiliki aturan tegas terkait batas berat barang, sehingga kelebihan bagasi berisiko tidak dapat diangkut.
Dengan kondisi tersebut, jemaah diharapkan dapat mengatur barang bawaan sejak awal agar perjalanan ibadah tetap lancar dan tidak menimbulkan kendala di setiap tahapan transportasi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


