Perdana, Jemaah Haji Khusus Indonesia Mendarat di Madinah
Jemaah haji khusus Indonesia tiba di Bandara Madinah, Sabtu (2/5/2026). 39 jemaah dan 3 petugas dari Jakarta menggunakan Etihad Airways. Masa tunggu 5 tahun, biaya sekitar Rp300 juta.
MADINAH – Jemaah haji khusus Indonesia telah mendarat di Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada Sabtu (2/5/2026) pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kedatangan jemaah haji khusus Indonesia ini membawa 39 orang jemaah menggunakan Etihad Airways langsung dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Kasubdit Pengawasan Haji Khusus Ditjen Pengendalian Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Dani Pramudya, memastikan proses pendaratan kelompok pertama ini berjalan sangat lancar.
"Alhamdulillah tanggal 2 Mei ini kedatangan pertama haji khusus PT Patuna nanti jam 10.00 akan tiba di Bandara Internasional kedatangan di Bandara Madinah," ujar Dani dalam keterangan persnya, Selasa (2/5/2026).

Dani menjelaskan selain 39 jemaah haji khusus yang telah mendarat di Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah terdapat 3 orang petugas yang ikut membersamai 39 jemaah tersebut.
“3 orang petugasnya, dokter satu, pembimbing ibadah dan pengurus travelnya,” kata Dani menjelaskan manifes penumpang Indonesia di Etihad Airways tersebut.
Berbeda dengan jemaah haji reguler, jemaah haji khusus memiliki masa tunggu sekitar 5 tahun dan ini relatif lebih cepat dibandingkan jemaah haji reguler yang masa tunggunya 26,4 tahun.
Biaya jemaah haji khusus sendiri berkisar Rp300jutaan dan jumlah jemaahnya sendiri hanya 18 persen dari 100 persen kuota jemaah haji Indonesia yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


