Haji 2026 Usung Layanan Inklusif, 52 Bus Khusus Disiapkan untuk Lansia dan Disabilitas
Pemerintah siapkan layanan haji ramah lansia dan disabilitas dengan 52 bus khusus dan pendampingan intensif demi kenyamanan ibadah di Makkah.
MAKKAH – Penyelenggaraan ibadah haji 2026 tidak hanya berfokus pada kelancaran operasional, tetapi juga pada penyediaan layanan inklusif bagi jemaah, khususnya lansia, disabilitas, dan perempuan.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menegaskan bahwa berbagai fasilitas telah disiapkan untuk mendukung kenyamanan kelompok rentan selama beribadah di Tanah Suci.
Salah satu layanan utama adalah penyediaan Bus Shalawat yang beroperasi selama 24 jam untuk mengantar jemaah menuju dan dari Masjidil Haram. Dari total 452 armada yang disiapkan, sebanyak 52 unit merupakan bus hidrolik yang dirancang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas.
“Layanan ini kami siapkan untuk memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan mudah, terutama bagi lansia, disabilitas, dan perempuan,” kata Maria, Minggu (3/5/2026).
Selain transportasi, pendampingan petugas juga diperkuat di seluruh titik layanan. Jemaah diimbau tidak ragu meminta bantuan jika mengalami kesulitan selama menjalankan ibadah.
Untuk memudahkan mobilitas, jemaah juga dibekali kartu panduan rute Bus Shalawat yang menghubungkan 21 jalur layanan dengan tiga titik utama, yakni Terminal Jiat, Jabal Ka'bah, dan Syib Amir.
Pemerintah berharap seluruh fasilitas ini dimanfaatkan secara tertib oleh jemaah guna mendukung kelancaran ibadah, khususnya menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Di tengah kondisi cuaca panas di Mekah, jemaah lansia dan kelompok rentan juga diminta lebih berhati-hati dengan membatasi aktivitas di luar ruangan serta menjaga kondisi fisik. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

