Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Tim Medis Siapkan Evakuasi di Kepulauan Canary
Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius picu evakuasi ke Canary Islands. Tiga orang tewas, puluhan penumpang masih dalam pengawasan ketat.
JAKARTA – Krisis kesehatan terjadi di tengah laut memicu perhatian internasional setela kapal pesiar Belanda, MV Hondius, menjadi episentrum wabah hantavirus. Peristiwa ini memicu kematian tiga penumpang dan memaksa evakuasi darurat menuju Kepulauan Canary, Spanyol.
Perjalanan lintas Atlantik yang dimulai dari Argentina sekitar sebulan lalu itu berubah menjadi situasi darurat kesehatan. Kapal yang dioperasikan Oceanwide Expeditions tersebut sempat bersandar di Cape Verde, sebelum otoritas kesehatan memutuskan langkah lanjutan untuk memindahkan penanganan ke fasilitas medis yang lebih memadai.
Evakuasi Mendesak dan Keterbatasan Fasilitas
Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan, dua awak kapal, termasuk dokter kapal berkebangsaan Inggris, membutuhkan penanganan medis segera. Keduanya dijadwalkan dievakuasi menggunakan pesawat rumah sakit ke Canary Islands. Selain itu, satu orang lain yang terkait dengan penumpang asal Jerman yang meninggal juga masuk daftar evakuasi prioritas.
Keputusan memindahkan penanganan ke wilayah Spanyol bukan tanpa alasan. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menilai Cape Verde tidak memiliki kapasitas memadai untuk menangani situasi wabah di kapal tersebut.
“Canary Islands menjadi lokasi terdekat dengan fasilitas yang mampu menangani kondisi ini. Spanyol memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk membantu,” demikian pernyataan operator kapal.
Data Kasus: Terbatas, tapi Fatal
Berdasarkan pembaruan WHO, hingga kini terdapat tujuh kasus hantavirus di atas kapal, terdiri dari dua kasus terkonfirmasi dan lima kasus suspek. Dari jumlah tersebut, seorang perempuan asal Belanda, yang termasuk korban meninggal. Kemudian ada seorang warga Inggris berusia 69 tahun yang telah dievakuasi ke Afrika Selatan merupakan kasus yang telah dipastikan.
Menariknya, dua korban lain—suami dari pasien Belanda serta seorang warga Jerman yang meninggal pada 2 Mei—belum dikonfirmasi positif hantavirus. Hal ini menunjukkan kompleksitas diagnosis di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi isolasi di laut.
Risiko Penularan Rendah, Protokol Ketat Diterapkan
Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, namun WHO mengindikasikan kemungkinan penularan antar manusia dalam kontak sangat dekat di ruang terbatas seperti kapal pesiar. Meski demikian, risiko terhadap publik disebut relatif rendah.
Sebanyak 149 penumpang dari 23 negara masih berada di atas kapal dengan penerapan “langkah pencegahan ketat”. Setibanya di Canary Islands—yang diperkirakan dalam tiga hingga empat hari—seluruh penumpang dan awak akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh.
Pemerintah Spanyol menegaskan, seluruh proses penanganan akan dilakukan di ruang dan transportasi khusus untuk meminimalkan kontak dengan masyarakat lokal serta melindungi tenaga medis. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


