Tak Tinggal Diam, Seksus Masjidil Haram Aktif Bantu Jemaah Haji di Masjidil Haram
Jemaah haji Indonesia mulai memadati Makkah. Sektor Khusus (Seksus) Masjidil Haram bersiaga di titik-titik krusial untuk membantu jemaah yang terpisah rombongan atau tertinggal barang.
makkah – Jemaah haji Indonesia mulai memadati Masjidil Haram seiring kedatangan gelombang pertama dari Madinah ke Makkah sejak 30 April 2026 lalu. Berdasarkan laporan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), sebanyak 88 kelompok terbang (kloter) yang terdiri dari 34.244 jemaah dan 352 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Menyikapi kedatangan jemaah tersebut, petugas haji yang tergabung dalam Sektor Khusus (Seksus) Masjidil Haram mulai bergerak aktif melakukan langkah antisipatif. Serupa dengan skema di Masjid Nabawi, Seksus Masjidil Haram disebar ke beberapa titik krusial di area pelataran masjid untuk membantu jemaah haji Indonesia.
Kehadiran tim Seksus ini merupakan bagian dari upaya perlindungan jemaah, terutama dalam menangani kasus jemaah yang terpisah dari rombongan. Hal ini menjadi bukti bahwa PPIH tidak hanya fokus pada layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi, tetapi juga memberikan pendampingan langsung di lapangan.
Proses pendampingan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, mulai dari penelusuran identitas hingga pengantaran jemaah kembali ke kloter masing-masing melalui terminal bus yang telah ditentukan.
Di tengah kepadatan area Masjidil Haram, sejumlah jemaah dilaporkan sempat terpisah dari rombongan dan kebingungan mencari arah kembali ke hotel. Menerima laporan tersebut, tim Seksus segera memberikan bantuan.
“Pagi ini kami didatangi jemaah yang melaporkan kehilangan rombongan. Ada juga yang tertinggal barang bawaannya. Semuanya sudah kami tangani,” ujar Irwan Mustafa, anggota Seksus Masjidil Haram di Makkah, Rabu (6/5/2026).
Irwan menambahkan, personel Seksus Masjidil Haram sengaja disebar ke berbagai titik strategis agar mudah dijangkau oleh jemaah yang membutuhkan pertolongan. Dengan pola penyebaran ini, petugas dapat merespons kendala jemaah secara lebih efektif.
“Petugas menyebar di berbagai titik,” pungkas Irwan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


