Advertisement
Peristiwa Internasional

Angkat Kearifan Lokal, Jemaah Haji Gunungkidul Yogyakarta Kenakan Blangkon saat Ibadah

Menjaga tradisi sekaligus menjadi ciri khas, inilah yang dilakukan jemaah haji Indonesia kloter YIA 10 yang mengenakan blangkon khas Yogyakarta selama proses ibadah haji kecuali saat berihram.

TIMES Indonesia,
Angkat Kearifan Lokal, Jemaah Haji Gunungkidul Yogyakarta Kenakan Blangkon saat Ibadah
Jemaah haji Indonesia asal Gunungkidul yang tergabung dalam kloter YIA 10 dengan ciri khas blangkonnya. (FOTO: MCH 2026)
A-AA+

JAKARTA Menjaga tradisi sekaligus menjadi ciri khas, inilah yang dilakukan jemaah haji Indonesia kloter YIA 10 yang mengenakan blangkon khas Yogyakarta selama proses ibadah haji kecuali saat berihram. 

Pendamping Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muslimat NU yang juga termasuk di kloter YIA 10, Saban Nuroni mengatakan bahwa blangkon adalah ikon Yogyakarta. 

Advertisement

“Blangkon adalah ikon Yogyakarta. Kami ingin membawa semangat budaya sekaligus memudahkan koordinasi antarjemaah di tengah jutaan umat dari seluruh dunia,” ucap pria yang membawa jemaah haji asal Gunungkidul Yogyakarta kepada Media Center Haji, Rabu (6/5/2026). 

Saban mengungkapkan penggunaan blangkon saat ibadah haji bukanlah hal yang baru dilakukan tahun ini. Inisiatif ini sudah dimulai sejak tahun 2017 sebagai upaya untuk membawa identitas budaya lokal ke kancah internasional.

Menariknya, lanjut Saban, dibalik blangkon tersebut terdapat nilai dan pesan religius seperti 17 lipatan blangkon yang menandakan jumlah rakaat salat wajib 5 waktu dalam sehari. 

Saban melanjutkan, punukan di bagian belakang blangkon mengajarkan jemaah untuk menyimpan rapat-rapat aib atau perbedaan pendapat, bukannya diumbar di depan publik. 

“Desain bagian depan yang tersingkap sangat fungsional untuk ibadah, karena memastikan kening dapat menempel sempurna saat bersujud tanpa terhalang,” katanya.

Advertisement

Menurut Saban, blangkon juga menjadi penanda visual yang mudah dikenali oleh jemaahnya jika terpisah dari rombongan usai salat di masjid Nabawi. “Sangat membantu untuk mengenali kawan jika terpisah. Dari jauh sudah kelihatan kalau itu rombongan kita,” tandasnya.

Sebagai informasi jemaah pria dibawah bimbingan KBIHU Muslimat berjumlah 40 orang dan semuanya mengenakan blangkon saat beraktivitas diluar hotel. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia