Advertisement
Peristiwa Internasional

Kisah Nenek Jumaria asal Maros Menabung di Ember selama 20 Tahun, yang Jadi Ikon Makkah Route

Kisah haru Nenek Jumaria, jemaah asal Maros, Sulawesi Selatan yang menabung uang di ember di bawah kasur hingga bisa haik Haji tahun ini.

TIMES Indonesia,
Kisah Nenek Jumaria asal Maros Menabung di Ember selama 20 Tahun, yang Jadi Ikon Makkah Route
Jumaria P Sire Said, jemaah asal Maros, Provinisi Sulawesi Selatan, saat iklan promosi Makkah Route. (FOTO: Makkah Route)
A-AA+

MADINAH Jumaria P Sire Said, jemaah haji Indonesia asal Maros,Sulawesi Selatan yang tergabung dalam kloter UPG 14 viral lantaran video dirinya di video promosi Makkah Route. 

Penunjukan Jumaria P Sire Said lantaran kantor wilayah meminta jemaah di Kabupaten menjadi role model yang bagus untuk video Makkah Route. 

Advertisement

"Kanwil menunjuk salah satu kabupaten untuk mencari jemaah yang dijadikan ikon percontohan," ujar Ketua Kloter UPG 14, Siti Hawaisyah di Madinah dikutip pada Kamis (7/5/2026). 

​Terpilihnya Jumaria sebagai ikon tim Makkah Route didasari oleh catatan istitha'ah kesehatannya yang sempurna di usia yang sudah 80 tahun. "Itu Pak buktinya tidak merah dia (kartu kesehatannya), berarti dia sehat,” ungkapnya. 

​Kesehatan yang baik Jumaria menjadi edukasi pentingnya menjaga kebugaran, terbukti dari kehadirannya dalam 80 kali pertemuan manasik di daerahnya.

"Biar dalam keadaan hujan, panas, pasti dia datang,” ungkap Siti.

Berbekal fisik yang bagus, tentunya Jumaria berharap bisa menjalani ibadah dengan baik dan kembali lagi ke Tanah Suci. ”Aku berdoa supaya saya panjang umur saja, semoga dikasih ke sini lagi,” sebutnya. 

Advertisement

Nabung di Ember Selama 20 Tahun

jemaah haji
Jumaria P Sire Said, jemaah haji asal Maros, Sulawesi Selatan, saat bertemu Media Center Haji. (FOTO: dok. MCH 2026)​

​Semangat beribadah Jumaria P Sire Said dalam menyempurnakan rukun islam tentunya tidak lepas dari usahanya. 

​Selama 20 tahun, Jumaria menyisihkan upah bertaninya ke dalam ember di bawah tempat tidurnya demi "Sukses Ritual" haji. "Bawah kasur, jadi pergi, saya simpan mi di ember-ember,” ungkapnya.

 Selama menyimpan uang, Jumaria tidak pernah mengambil uang tabungannya. “Ndak (diambil). Ambil saja anu, daun ubi, saya masak,” sebutnya. 

Berbekal kesabaran dan keteguhan hati, Jumaria akhirnya bisa pergi haji dan mensyukuri semua nikmat dan proses yang ia jalani. “Ya saya syukuri semua,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia