Advertisement
Peristiwa Internasional

ASEAN Serukan Penghentian Permusuhan dan Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menegaskan bahwa para pemimpin ASEAN menyerukan penghentian segera permusuhan di Timur Tengah. ASEAN menyoroti dampak konflik terhadap keamanan energi dan jalur perdagangan global di Selat Hormuz.

TIMES Indonesia,
ASEAN Serukan Penghentian Permusuhan dan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Selat Hormuz. (Foto: ANTARA/Anadolu/py.)
A-AA+

JAKARTA – Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. menyatakan bahwa para pemimpin negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menyerukan penghentian segera segala bentuk permusuhan di Timur Tengah. ASEAN menegaskan bahwa perdamaian adalah langkah utama dan mutlak untuk menyelesaikan konflik yang terus meningkat di kawasan tersebut.

"Perdamaian. Perdamaian. Sesederhana itu. Perdamaian," tegas Marcos dalam konferensi pers usai KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026).

Advertisement

Marcos menjelaskan bahwa para menteri luar negeri ASEAN sebelumnya telah merilis pernyataan resmi yang mendesak seluruh pihak bertikai untuk mengakhiri permusuhan. Selain itu, ASEAN mendorong dibukanya kembali Selat Hormuz serta mengupayakan solusi diplomatik jangka panjang dengan melibatkan aktor kunci seperti Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

"Itu adalah langkah pertama karena kita tidak akan mencapai apa pun sampai ada perdamaian," tambah Marcos.

Ia juga mengakui adanya ketidakpastian yang menyelimuti konflik tersebut. ASEAN tetap menaruh kekhawatiran besar atas potensi pecahnya kembali pertempuran, meskipun saat ini berbagai upaya gencatan senjata terus diupayakan.

"Kita sekarang berada dalam situasi yang tidak pasti, di mana kita tidak tahu berapa lama ini akan berlangsung. Kita tidak tahu kapan bentrokan berikutnya akan terjadi. Ini situasi yang sangat sulit. Jadi sekali lagi, sampai pertempuran berakhir, sampai pengeboman berhenti, maka akan sangat sulit untuk menyusun solusi apa pun. Itulah sebabnya seruan utamanya adalah perdamaian sekarang," ujar Marcos.

Respons Terhadap Krisis dan Keamanan Jalur Perdagangan

Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin Asia Tenggara juga resmi mengadopsi "Pernyataan Para Pemimpin ASEAN tentang Respons terhadap Krisis Timur Tengah". Dokumen tersebut memuat keprihatinan serius atas eskalasi konflik yang berdampak langsung pada perdagangan regional, keamanan energi, stabilitas pasokan pangan, hingga kesejahteraan warga negara ASEAN di luar negeri.

Advertisement

Pernyataan bersama tersebut mendesak semua pihak yang terlibat untuk menahan diri secara maksimal guna menghindari tindakan yang dapat memperburuk ketegangan. ASEAN meminta jalur negosiasi segera dilanjutkan demi mencapai penyelesaian damai yang berkelanjutan.

Selain itu, para pemimpin ASEAN menekankan pentingnya menjaga keamanan jalur pelayaran internasional. Kebebasan navigasi di Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena gangguan di wilayah tersebut berdampak signifikan terhadap arus energi dan perdagangan global. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia