Advertisement
Peristiwa Internasional

Media Milik Trump Babak Belur: Pendapatan Cuma 870.000 Dolar AS, Rugi 406 Juta Dolar AS

Perusahaan milik Donald Trump, TMTG, catat pendapatan hanya 870.000 dolar AS tetapi rugi 406 juta dolar AS di kuartal I-2026. Nilai perusahaan merosot tajam sejak IPO. Truth Social belum juga populer.

TIMES Indonesia,
Media Milik Trump Babak Belur: Pendapatan Cuma 870.000 Dolar AS, Rugi 406 Juta Dolar AS
Presiden AS Donald Trump (FOTO: whitehouse.gov)
A-AA+

JAKARTA Perusahaan media milik Presiden AS Donald Trump, Trump Media and Technology Group (TMTG), membukukan kerugian bersih sebesar 406 juta dolar AS (sekitar Rp6,5 triliun) pada kuartal pertama tahun ini. Angka ini sangat kontras dengan pendapatan perusahaan yang hanya mencapai 870.000 dolar AS (sekitar Rp13,9 miliar) dalam periode Januari hingga Maret 2026.

Artinya, kerugian yang diderita TMTg hampir 467 kali lipat lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihasilkan.

Advertisement

Meskipun mencatatkan kerugian kolosal, pelaksana tugas CEO TMTG, Kevin McGurn, tetap optimistis. "Trump Media menggunakan neraca yang kuat dan arus kas operasional positif untuk terus mengembangkan semua bisnis dan infrastruktur platform kami," ujarnya, Sabtu (9/5/2026) waktu setempat .

Ia menambahkan, "Truth Social tetap menjadi benteng kebebasan berbicara dengan sejumlah peningkatan inovatif yang segera hadir."

Truth Social, platform media sosial yang didirikan setelah Trump diblokir dari Twitter dan Facebook, disebut-sebut sebagai alternatif konservatif. Namun, situs tersebut hanya menarik sedikit pengguna terkenal selain Trump sendiri.

Saat ini, sebagian besar saham perusahaan masih dimiliki langsung oleh Presiden Trump. Sebelumnya, TMTG diketahui membeli bitcoin senilai 3,5 miliar dolar AS pada pertengahan tahun lalu.

Harga perusahaan ini juga merosot tajam. Ketika pertama kali melantai di bursa pada Maret 2024, TMTG sempat dibanderol 10 miliar dolar AS. Kini, valuasinya tinggal sepersekian dari angka tersebut.

Advertisement

Laporan keuangan ini keluar beberapa pekan setelah CEO sebelumnya, Devin Nunes, tiba-tiba hengkang dari perusahaan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Faizal R Arief
PenulisFaizal R AriefKarir jurnalistiknya dimulai sejak tahun 1993. Suka menulis liputan-liputan yang mendalam. Penikmat kopi ini bergabung di TIMES Indonesia pada 2017.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia