WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan COVID Baru
WHO menegaskan bahwa wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius tidak memiliki tingkat ancaman seperti COVID-19.
JAKARTA – Kedatangan kapal pesiar MV Hondius ke Kepulauan Canary, Spanyol, memicu kekhawatiran baru di tengah trauma global pascapandemi COVID-19. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berupaya meredam kepanikan publik dengan menegaskan bahwa wabah hantavirus di kapal tersebut tidak memiliki tingkat ancaman seperti COVID-19.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, bahkan turun langsung ke Pulau Tenerife, Sabtu (9/5/2026) bersama Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia dan Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska untuk mengoordinasikan proses evakuasi penumpang kapal berbendera Belanda tersebut.
“Kami tahu masyarakat khawatir ketika mendengar kata wabah dan melihat kapal menuju wilayah mereka. Trauma tahun 2020 belum benar-benar hilang,” ujar Tedros dalam pernyataannya kepada warga Tenerife.
Namun ia menegaskan bahwa situasi saat ini berbeda jauh dengan pandemi COVID-19.
“Saya perlu menyampaikan dengan jelas: ini bukan COVID baru. Risiko kesehatan masyarakat dari hantavirus saat ini masih rendah,” tegasnya.
Kapal Pesiar MV Hondius
MV Hondius membawa lebih dari 140 penumpang dan kru. Kapal tersebut dijadwalkan tiba di Tenerife, bagian dari Canary Islands, Minggu pagi waktu setempat.
Sejak wabah terdeteksi, tercatat tiga orang meninggal dunia dan lima penumpang dinyatakan positif hantavirus. Meski demikian, WHO dan otoritas Spanyol menyatakan tidak ada penumpang yang saat ini menunjukkan gejala aktif.
Hantavirus sendiri dikenal sebagai penyakit langka namun berbahaya yang umumnya menyebar melalui paparan kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi. Berbeda dengan COVID-19, virus ini tidak mudah menular antarmanusia, meski jenis Andes virus yang ditemukan dalam kasus kapal pesiar tersebut disebut memiliki kemungkinan penularan terbatas pada situasi tertentu.
Warga Tenerife Khawatir Terulang Trauma Pandemi
Meski pemerintah dan WHO mencoba menenangkan situasi, sebagian warga Tenerife mengaku tetap cemas. Penggunaan istilah “wabah” dan “kapal karantina” kembali memunculkan memori kolektif masa lockdown global, meski karakter penyebaran hantavirus sangat berbeda dengan virus corona.
Pemerintah Spanyol memastikan proses evakuasi dilakukan dengan pengamanan maksimum. Kapal tidak akan langsung bersandar di pelabuhan, melainkan tetap berlabuh di laut sebelum penumpang dipindahkan menggunakan perahu kecil.
Monica Garcia mengatakan seluruh penumpang akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diterbangkan ke negara masing-masing.
“Tidak ada seorang pun yang akan turun sebelum pesawat evakuasi siap di Tenerife,” kata Garcia.
Penumpang juga hanya diizinkan membawa tas kecil berisi barang penting seperti dokumen, telepon genggam, dan charger. Seluruh koper dan barang besar akan ditinggalkan di kapal untuk proses disinfeksi.
Amerika Serikat dan Inggris telah menyiapkan pesawat khusus untuk mengevakuasi warganya. Penumpang asal AS nantinya akan dikarantina di fasilitas medis di Nebraska.
Sementara itu, semua penumpang asal Spanyol akan menjalani isolasi medis khusus. Pemerintah Belanda juga menyatakan siap memantau karantina penumpang selama enam minggu setelah kembali ke negara masing-masing.
Pelacakan Penumpang Jadi Tantangan Besar
Kasus ini semakin rumit karena lebih dari dua lusin penumpang sempat turun dari kapal pada 24 April lalu sebelum wabah hantavirus dikonfirmasi secara resmi.
Otoritas kesehatan di berbagai negara kini berlomba melakukan pelacakan kontak terhadap para penumpang yang tersebar di sedikitnya 12 negara berbeda.
Belanda juga memantau penumpang sebuah penerbangan yang sempat dinaiki salah satu korban meninggal akibat hantavirus. Meski ada tiga orang yang sempat menunjukkan gejala, hasil pemeriksaan seluruhnya dinyatakan negatif.
WHO menilai langkah cepat pelacakan dan isolasi menjadi kunci untuk mencegah kepanikan global sekaligus memastikan wabah tetap terkendali. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


