Advertisement
Peristiwa Internasional

Kemenhaj Siapkan 3 Juta Porsi Makanan Siap Santap untuk Jemaah saat Puncak Armuzna

Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan lebih dari 3 juta porsi makanan siap santap untuk jemaah haji Indonesia selama puncak pelaksanaan Armuzna.

TIMES Indonesia,
Kemenhaj Siapkan 3 Juta Porsi Makanan Siap Santap untuk Jemaah saat Puncak Armuzna
Makanan siap santap yang akan dikonsumsi oleh jemaah haji Indonesia saat puncak Armuzna. (FOTO: dok. MCH 2026)
A-AA+

MAKKAH Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan lebih dari 3 juta porsi makanan siap santap atau ready to eat (RTE) untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia saat puncak pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Jaenal Effendi, mengatakan total kebutuhan RTE selama periode tersebut mencapai 3.082.200 porsi.

Advertisement

“Total RTE yang kita butuhkan terutama saat di Armuzna mencapai 3.082.200 porsi,” ujar Jaenal di Makkah, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, jumlah tersebut dibagi dalam dua tahap distribusi. Pada fase pra-Armuzna disiapkan sebanyak 1.232.520 porsi, sedangkan pada fase Armuzna sebanyak 1.849.680 porsi.

“Sebagian besar sudah tersedia di dapur dan akan didistribusikan ke hotel-hotel tempat para jemaah menginap,” lanjutnya.

Menu yang disediakan tetap menyesuaikan selera jemaah Indonesia dengan sajian khas Nusantara, di antaranya nasi uduk, rendang daging kacang merah, semur ayam kacang merah, kari ayam, hingga gulai ayam.

Jaenal menambahkan, makanan siap santap tersebut dikemas dalam bentuk pouch sehingga praktis digunakan jemaah. Setiap kemasan berisi porsi yang cukup mengenyangkan, yakni masing-masing 150 gram untuk nasi dan lauk.

Advertisement

“Kita tidak membutuhkan perlakuan apa pun lagi. Jadi makanan ini bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan atau mendapatkan perlakuan lainnya,” jelasnya.

Menurut Jaenal, berdasarkan pengalaman sebelumnya, makanan siap santap cukup diminati jemaah haji Indonesia, termasuk oleh mereka yang sebelumnya belum pernah mengonsumsinya.

“Bahkan karena menyukainya, makanan ini sering dibawa pulang sebagai oleh-oleh ke Indonesia,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia