Rusia dan China Kompak Kecam Penyitaan Aset Asing oleh Negara Barat
Rusia dan China merilis pernyataan bersama yang mengecam keras pembekuan dan penyitaan aset asing, serta menolak sanksi sepihak yang melanggar hukum internasional.
Jakarta – Rusia dan China secara terbuka mengecam inisiatif global yang melibatkan pemblokiran, pembekuan, hingga penyitaan aset serta properti milik negara asing. Sikap tegas tersebut dituangkan dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Rabu (20/5/2026).
“Para pihak mengecam inisiatif terkait pemblokiran, pembekuan, atau penyitaan aset dan properti negara asing serta menegaskan hak mereka untuk mengambil langkah balasan sesuai norma hukum internasional,” demikian isi pernyataan tentang penguatan lebih lanjut kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis Rusia-China tersebut.
Melalui dokumen itu, Moskow dan Beijing mendesak penghapusan segera segala bentuk langkah koersif sepihak. Mereka menilai tindakan sepihak tersebut telah melanggar hukum internasional dan mencederai tujuan utama Piagam PBB.
Rusia dan China kembali menegaskan krusialnya penghormatan terhadap tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk dalam menjaga kedaulatan serta integritas wilayah setiap negara. Kedua negara raksasa ini juga menentang keras segala tindakan yang merugikan kepentingan mendasar negara lain, khususnya yang menyangkut sektor keamanan.
Lebih lanjut, dokumen kerja sama tersebut menekankan komitmen bersama Rusia dan China dalam menyelesaikan setiap perbedaan secara damai. Resolusi konflik akan diutamakan melalui jalur dialog dan konsultasi yang bersandar pada prinsip kesetaraan serta keamanan yang tidak terpisahkan.
Selain persoalan aset, kedua negara menyatakan penolakan mutlak terhadap penerapan sanksi sepihak, pembatasan sekunder, serta berbagai praktik perdagangan diskriminatif lainnya yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi global.
Sikap bersama ini dideklarasikan di sela-sela kunjungan resmi Presiden Rusia Vladimir Putin ke China yang dimulai sejak 19 Mei. Pada Rabu, Putin menggelar pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping di Balai Agung Rakyat, Beijing. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


