Advertisement
Peristiwa Internasional

Pakistan Yakin AS-Iran Berpeluang Akhiri Konflik Lewat Perjanjian Sementara

Pakistan meyakini AS dan Iran segera menandatangani kesepakatan sementara pekan ini guna mengakhiri blokade laut dan membuka kembali Selat Hormuz.

TIMES Indonesia,
Pakistan Yakin AS-Iran Berpeluang Akhiri Konflik Lewat Perjanjian Sementara
Ilustrasi - Negosiasi perundingan damai Amerika Serikat dan Iran dimediasi Pakistan. (FOTO: ANTARA/Anadolu/py)
A-AA+

Jakarta Pemerintah Pakistan meyakini bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat segera menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik paling cepat pekan ini. Informasi tersebut diungkapkan oleh sejumlah sumber pemerintahan Pakistan yang mengetahui jalannya proses negosiasi kepada Anadolu, Senin (25/5/2026).

“Penandatanganan kesepakatan diperkirakan dapat dilakukan kapan saja pekan ini, karena kedua pihak hanya masih berbeda pendapat mengenai beberapa isu operasional,” kata salah seorang sumber pemerintah Pakistan.

Advertisement

“Ini bukan semacam kebuntuan,” tambah sumber tersebut. Ia menjelaskan bahwa kedua belah pihak secara prinsip telah menyepakati draf perjanjian "satu halaman". Saat ini, pembahasan berfokus pada teknis operasional terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian blokade laut yang dilakukan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Menurut sumber tersebut, perbedaan yang tersisa murni berkaitan dengan ranah implementasi, bukan lagi pada prinsip politik yang lebih luas.

“Perselisihan utama saat ini adalah keberadaan militer pasukan AS di dekat perairan teritorial Iran bahkan setelah blokade berakhir,” jelas sumber lainnya. Ia menambahkan bahwa Washington bersikeras mempertahankan kehadiran militer di kawasan tersebut, sementara “Teheran menginginkan situasi seperti sebelum perang.”

Saat ini, Pakistan bersama jajaran mediator regional tengah merumuskan formula kompromi guna menjembatani perbedaan pandangan yang masih tersisa.

Komitmen Seluruh Pihak

Sebelumnya pada hari yang sama, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengonfirmasi bahwa Teheran dan Washington telah mencapai titik temu terkait sebagian besar poin yang dibahas. Meski demikian, ia mengingatkan semua pihak agar tidak terburu-buru menganggap kesepakatan sudah final.

Advertisement

“Benar jika dikatakan bahwa kami telah mencapai kesimpulan atas sebagian besar isu yang dibahas,” ujar Baqaei kepada awak media di Teheran.

“Namun untuk mengatakan bahwa ini berarti penandatanganan kesepakatan akan segera dilakukan, tidak seorang pun dapat membuat klaim seperti itu,” tegasnya menambahkan.

Di pihak lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengisyaratkan adanya perkembangan positif dalam perundingan tersebut dalam waktu dekat.

“Pekerjaan masih berlangsung. Kami pikir mungkin ada kabar tadi malam, mungkin hari ini …,” kata Rubio kepada wartawan di New Delhi.

Sumber dari Pakistan menilai kedua negara kemungkinan besar akan mencapai kesepakatan sementara dalam waktu dekat. Kendati demikian, mereka memperingatkan bahwa mempertahankan keberlanjutan kesepakatan tersebut bakal jauh lebih menantang.

Pada tahap kedua perundingan, isu-isu yang dibahas diprediksi akan jauh lebih sensitif dan rumit secara teknis. Isu tersebut mencakup keberlanjutan program nuklir Iran, pengelolaan persediaan uranium yang diperkaya, serta pengaturan jangka panjang untuk jalur perdagangan di Selat Hormuz.

Sumber tersebut mengakui bahwa mencapai mufakat atas persoalan krusial seperti isu nuklir bukanlah perkara mudah. Guna mengatasi hal itu, para mediator telah mengusulkan beberapa opsi kerangka kerja, termasuk model yang menyerupai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) serta mekanisme pengawasan pihak ketiga yang melibatkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

“Penyelesaian isu-isu kompleks seperti ini selalu membutuhkan niat baik dan komitmen dari semua pihak,” pungkas salah satu sumber.

Sebagai informasi, ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat pascaserangan bersama yang melibatka AS dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke target-target di Israel serta sekutu AS di kawasan Teluk, yang disertai dengan penutupan Selat Hormuz.

Ketegangan mulai mereda setelah gencatan senjata berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, yang kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia