Advertisement
Peristiwa Internasional

Puncak Haji 2026, Kementerian Haji Siapkan Safari Wukuf dan Ratusan Petugas di Arafah-Mina

Kementerian Haji menyiapkan safari wukuf bagi 267 jemaah serta menyiagakan 657 petugas dan layanan kesehatan untuk mendukung puncak ibadah haji 2026.

TIMES Indonesia,
Puncak Haji 2026, Kementerian Haji Siapkan Safari Wukuf dan Ratusan Petugas di Arafah-Mina
Jemaah haji dari seluruh dunia bersiap untuk pelaksanaan puncak ibadah haji 2026 yakni wukuf di Arafah. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)
A-AA+

JAKARTA Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyiapkan berbagai layanan untuk mendukung pelaksanaan puncak ibadah haji 2026, termasuk layanan safari wukuf bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, mengatakan layanan safari wukuf tahun ini akan diikuti sebanyak 267 jemaah dan didukung oleh 150 petugas.

Advertisement

“Tahun ini layanan safari wukuf diikuti 267 jemaah dan ditangani oleh 150 petugas,” kata Maria di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan jemaah peserta safari wukuf dijadwalkan diberangkatkan menuju Arafah pada 9 Zulhijah pukul 13.00 waktu Arab Saudi.

Setelah menjalani prosesi wukuf, jemaah akan dibawa menuju Hotel Transfit di Makkah sebelum kembali bergabung dengan kelompok terbang masing-masing pada 13 Zulhijah.

Selain layanan safari wukuf, pemerintah juga memperkuat layanan kesehatan selama fase puncak haji dengan menyiagakan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di wilayah Arafah dan Mina.

Tak hanya itu, sebanyak 657 petugas Satgas Arafah juga disiagakan di berbagai titik layanan.

Advertisement

Petugas tersebut terdiri dari petugas ad hoc Arafah, koordinator markaz, pengawas konsumsi, hingga petugas layanan lainnya yang bertugas memastikan pergerakan jemaah berjalan aman dan terpantau.

“Layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah hingga perlindungan jemaah terus kami perkuat selama fase Armuzna,” ujar Maria.

Ia juga mengajak seluruh jemaah untuk saling peduli dan membantu apabila menemukan jemaah lain yang mengalami kesulitan.

“Jika melihat jemaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera bantu dan laporkan kepada petugas terdekat,” katanya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia