Advertisement
Peristiwa Internasional

Peluang Perang dengan AS Kecil, IRGC: Iran Tetap Siaga Penuh

Korps Garda Revolusi Iran menyebut kemungkinan perang baru dengan AS kecil, namun Teheran menegaskan kesiapan penuh menghadapi setiap serangan.

TIMES Indonesia,
Peluang Perang dengan AS Kecil, IRGC: Iran Tetap Siaga Penuh
Selat Hormuz, Iran
A-AA+

JAKARTA Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali mengemuka di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang belum sepenuhnya stabil pascagencatan senjata. Meski demikian, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menilai peluang pecahnya perang lanjutan dengan AS relatif kecil, meski kesiapsiagaan militer tetap berada pada level tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Iran menuduh Amerika Serikat melanggar kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak April, serta mengisyaratkan kesiapan untuk merespons setiap bentuk serangan baru yang dianggap mengancam kedaulatan negara.

Advertisement

Juru bicara IRGC, Mohammad Akbarzadeh, menyebut bahwa meski eskalasi perang lanjutan dinilai kecil karena faktor kelemahan lawan, Iran tidak menurunkan tingkat kewaspadaan militernya.

“Angkatan bersenjata Iran tetap menunggu dengan amunisi penuh,” ujarnya sebagaimana dikutip media Iran.

Ia bahkan melontarkan peringatan keras bahwa wilayah pesisir Iran dapat berubah menjadi “kuburan bagi para agresor” jika terjadi serangan ulang.

Di sisi lain, Kementerian Intelijen Iran menuding Amerika Serikat dan Israel masih berupaya mengguncang stabilitas internal Iran melalui berbagai cara, termasuk dugaan penyelundupan senjata, amunisi, serta perangkat komunikasi ilegal seperti Starlink untuk tujuan sabotase dan provokasi sosial.

Meski klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, narasi ini memperlihatkan meningkatnya tensi perang informasi antara kedua pihak di tengah stagnasi diplomasi.

Advertisement

Sementara itu, upaya negosiasi damai yang dimediasi oleh pihak ketiga masih menemui jalan buntu. Perselisihan utama disebut masih berkutat pada isu strategis seperti program nuklir Iran dan kontrol atas Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global.

Dalam perkembangan lain, IRGC menegaskan bahwa akses pelayaran di Selat Hormuz hanya akan diberikan kepada kapal-kapal yang mematuhi ketentuan Iran, mempertegas posisi strategis Teheran atas salah satu jalur laut paling penting di dunia.

Dari sisi Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan bahwa peluang kesepakatan masih terbuka, namun menegaskan bahwa akses bebas di Selat Hormuz harus dipastikan kembali melalui mekanisme internasional.

Ketegangan yang terus berulang ini menandai bahwa meski perang terbuka belum kembali pecah, rivalitas Iran dan Amerika Serikat masih berada dalam fase rawan eskalasi, dengan dampak yang berpotensi meluas pada stabilitas kawasan dan pasar energi global.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia