Advertisement
Peristiwa Internasional

Timur Tengah Kembali Memanas, Amerika Serikat dan Iran Saling Menyerang

Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat menyerang kapal tanker minyak Iran di Selat Hormuz dan menara telekomunikasi di pulau Qeshm, dan Iran kemudian membalas dengan menyerang lokasi di wilayah Teluk Persia.

TIMES Indonesia,
Timur Tengah Kembali Memanas, Amerika Serikat dan Iran Saling Menyerang
Citra satelit Pulau Qeshm di provinsi Hormozgan, Iran. (FOTO: NBC News/Getty Images)
A-AA+

JAKARTA Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat menyerang kapal tanker minyak Iran di Selat Hormuz dan menara telekomunikasi di pulau Qeshm, dan Iran kemudian membalas dengan menyerang lokasi di wilayah Teluk Persia yang digunakan AS untuk menyerang kapal-kapal sipil dan melanggar gencatan senjata.

IRGC membalas dengan menargetkan markas Armada kelima AS di Bahrain dan Pangkalan Udara AS di Kuwait setelah AS menyerang lebih dulu terhadap kapal tanker Iran dan Pulau Qeshm.

Advertisement

Saling menyerang dengan rudal dan pesawat tak berawak itu  semakin membahayakan upaya untuk mengamankan kesepakatan gencatan senjata baru antara Amerika Serikat dan Iran.

Peperangan terbaru ini menggarisbawahi kurangnya kemajuan politik dalam menyelesaikan krisis  Timur Tengah, meskipun ada klaim optimis dri Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio dalam penampilan pertamanya di hadapan komite hubungan luar negeri Senat sejak AS dan Israel tiba-tiba menyerang Iran itu.

Sementara itu Perdana Mentri Israel, Benjamain Netanyahu terus ngompori dengan mengeluarkan pernyataan bahwa Iran bermain api setelah serangan di Kuwait dengan mengatakan Donald Trump bisa memerintahkan kembalinya aksi militer skala penuh jika negosiasi gagal. "Ini keputusan (Trump), dan Israel siap, pasukan AS juga siap," kata Netanayahu.

Sementara Donald Trump sendiri, Rabu kemarin berkeinginan bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Mojtaba Khamenei.  "Saya ingn bertemu dengananya. Kami mungkin akan bertemu suatu saat nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan," katanya kepada podcast Pod Force One milik New York Post.

"Saya tidak amendengar kabar bahwa keadaannya baik-baik saja.. Jika Anda percaya cerita-cerita itu, dia kehilangan banyak bagian tubuhnya," tambah Trump. Khamenei diyakini mengalami luka serius dalam serangan tiba-tiba yanag dilakukan Amerika Serikat bersama Israel di hari pertama pada 28 Februaru 2026.

Advertisement

Rabu kemarin Dewan Perwakilan Rakyat AS secara mengejutkan menyampaikan teguran kepada Donald Trump atas perangnya terhadap Iran, ketika para perwakilan mendukung langkah untuk memaksanya meminta persetujuan dari Kongres atau menarik pasukan AS.

Dewan Perwakilan Rakyat memberikan suara 215 berbanding 208 mendukung resolusi kekuasaan perang, dengan empat anggota Partai Republik membelot memberikan suara bersama Partai Demokrat .

Pemungutan suara pada hari Rabu itu terjadi hampir dua minggu setelah anggota Partai Republik di DPR membatalkan pemungutan suara yang dijadwalkan sebelumnya , dengan alasan bahwa mereka kekurangan suara untuk mengalahkannya.

Bulan lalu, Senat memberikan suara untuk memajukan resolusi yang memaksa Trump untuk meminta persetujuan Kongres setelah empat senator Republik memberontak dan memberikan suara bersama Demokrat.

Sementara itu Kuwait sendiri pada hari Rabu mengatakan, serangan Iran di wilayahnya itu menewaskan satu orang dan melukai 63 orang lainnya, serta memaksa bandara ditutup dan merusak misi diplomatik yang tidak disebutkan namanya.

Kementerian Luar Negeri Kuwait kemudian juga mengutuk serangan tersebut "yang sekali lagi menargetkan infrastruktur vital dan sipil, termasuk Bandara Internasional Kuwait, menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, selain menyebabkan kerusakan pada infrastruktur vital termasuk misi diplomatik.”

Namun Juru Bicara dan Wakil Kepala Bidang Humas Korp Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Mohebi, menyatakan bahwa setelah dilakukan investigasi dan penelitian terhadap penghancuran bandara di Kuwait itu, ternyata IRGC Aerospace tidak menembakkan tembakan apapun ke target ini. "Kerusakan terminal penumpang bandara Kuwait disebabkan oleh kesalahan pada sistem Patriot Amerika yang mendarat di terminal setelah gagal mencegat rudal Iran," tegasnya.

Kuwait Airways bahkan bisa melanjutkan penerbangannya dari Terminal 4 bandara setelah pihak berwenang mengevaluasi kerusakan pada fasilitas tersebut, lapor kantor berita negara KUNA. Sebelumnya lalu lintas udara ditangguhkan dan penerbangan dialihkan ke bandara alternatif.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat tajam pada hari Rabu ketika Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap aset militer AS di Kuwait dan Bahrain, termasuk markas besar Armada Kelima AS, sementara Washington melaporkan telah mencegat rudal yang diluncurkan ke arah sekutu regional dan melakukan serangan balasan.

Media Iran juga melaporkan bahwa Angkatan Laut IRGC menargetkan sebuah kapal yang diidentifikasi sebagai Panaya dengan rudal setelah menuduh pasukan Amerika Serikat menyerang sebuah kapal tanker Iran di dekat Selat Hormuz, yang merusak ruang mesinnya. "Mengganggu keamanan Selat Hormuz akan membawa konsekuensi berat bagi militer AS," demikian kutipan pernyataan IRGC yang dimuat media Iran. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia