Advertisement
Peristiwa Internasional

Pelayanan Jemaah Haji Perempuan Sudah Bagus, Sekretaris Amirul Hajj Beri Catatan Terkait Toilet Perempuan saat Armuzna

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana mengatakan pelayanan jemaah haji Indonesia khususnya perempuan sangat bagus.

TIMES Indonesia,
Pelayanan Jemaah Haji Perempuan Sudah Bagus, Sekretaris Amirul Hajj Beri Catatan Terkait Toilet Perempuan saat Armuzna
Ilustrasi jemaah haji perempuan saat di Mina. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)
A-AA+

JAKARTA Sekretaris Amirul Hajj yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana mengatakan pelayanan jemaah haji Indonesia khususnya perempuan sangat bagus. 

Pernyataan tersebut disampaikan sekretaris amirul hajj, Ilfi Nur Diana usai berdiskusi dengan para jemaah haji Indonesia perempuan sebelum puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), saat Armuzna dan pasca Armuzna. 

Advertisement

Ilfi Nur Diana
Sekretaris Amirul Hajj yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)

“Mereka merasa sangat terlayani dengan baik, seperti bukan haji reguler,” ucap sekretaris amirul hajj, Ilfi Nur Diana kepada Media Center Haji di kantor daerah kerja (daker) Madinah dikutip pada Jumat (5/6/2026). 

Ilfi Nur Diana mengatakan, meskipun jemaah haji Indonesia terlayani dengan baik, terdapat beberapa catatan yang menjadi perhatian khususnya bagi perempuan seperti jumlah toilet saat Armuzna yang perlu diperbanyak jumlahnya. 

“Ketika di Armuzna, perempuan merasa antrean terlalu panjang untuk kebutuhan toilet. Jadi disini yang nanti menjadi perbaikan adalah bagaimana kita negosiasi kepada pemerintah Saudi bahwasannya kebutuhan toilet untuk perempuan itu perlu ditambahkan,” katanya.

Menurutnya alasan penambahan toilet untuk jemaah haji perempuan saat Armuzna karena jumlah jemaah haji perempuan lebih banyak dibandingkan jemaah haji pria. 

Advertisement

“Jemaah haji Indonesia perempuan untuk tahun ini saja itu lebih banyak 5,8 persen dari 202 ribu lebih itu sudah 11 ribu sekian. Kalau toiletnya sama dengan laki-laki maka antrian di perempuan itu akan lebih panjang,” ujarnya. 

Ilfi Nur Diana menjelaskan, meskipun jumlah jemaah haji pria dan perempuan sama, tetapi jumlah toilet untuk jemaah haji perempuan tetap harus lebih banyak karena kebutuhan perempuan lebih banyak seperti kesehatan reproduksi. 

“Kemudian jemaah (perempuan-red) juga banyak mayoritas itu usia-usia produktif. Tentu saja ini juga mempunyai masalah dengan haid, istihadhah dan seterusnya,” ungkapnya.

“Tentu saja perempuan membutuhkan waktu lebih banyak di toilet ataupun air yang juga lebih banyak. Ini yang pertama yang dirasakan oleh jemaah haji perempuan,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia