Advertisement
Peristiwa Internasional

Truk Mogok di Gurun Sahara: Penumpang Dehidrasi, 49 Orang Meninggal Dunia

Sebuah tragedi terjadi di tengah gurun Sahara, Niger yang bersuhu ekstrem, dimana 49 orang meninggal dunia karena dehidrasi.

TIMES Indonesia,
Truk Mogok di Gurun Sahara: Penumpang Dehidrasi, 49 Orang Meninggal Dunia
Sebuah kendaraan yang mengangkut penumpang antara Assamaka dan Arlit, di selatan perbatasan Aljazair-Niger. (FOTO: le Monde).
A-AA+

Jakarta Sebuah tragedi terjadi di tengah gurun Sahara, Niger yang bersuhu ekstrem, dimana 49 orang meninggal dunia karena dehidrasi, kehausan setelah truk yang mereka tumpangi tersesat dan mogok di tengah gurun.

Menurut laporan awal, kendaraan itu berangkat dari Telhandek kemudian tersesat sebelum akhirnya mogok setelah beberapa hari perjalanan di gurun.

Advertisement

Tanpa alat komunikasi dan menghadapi kondisi ekstrem, para penumpang tidak bisa menghidupkan kembali truk tersebut.

Dua orang diantaranya berhasil menyelamatkan diri setelah berjalan sejauh 50 kilometer menuju sumber air terdekat, kemudian melanjutkan perjalanan ke Assamaka dimana mereka melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.

Assamaka adalah titik penyeberangan utama antara Niger dan Aljazair, tetapi juga dekat dengan perbatasan Mali.

"Para korban yang meninggal dunia itu adalah kelompok orang yang kembali dari Mali untuk merayakan Idul Adha ketika mereka kehabisan air," kata pemerintah provinsi Agadez dalam sebuah unggahan di Facebook.

Pernyataan tersebut juga  menambahkan bahwa 49 orang itu "meninggal karena kehausan di daerah terpencil lebih dari 80 kilometer sebelah barat Assamaka." 

Advertisement

"Karena kekurangan air dan tidak mampu memperbaiki kendaraan meskipun pengemudi, asistennya, dan para penumpang telah berusaha, para pelancong mendapati diri mereka terjebak di tengah lingkungan yang tidak bersahabat di mana suhu ekstrem dan ketiadaan titik perbekalan membuat kelangsungan hidup sangat sulit," tambah pihak pemerintah provinsi.

Zona gurun merupakan titik transit yang dikenal bagi para migran yang ingin pergi dari negara-negara Afrika ke Eropa, dan banyak yang meninggal karena kehausan atau kelaparan di tengah teriknya pasir.

Pihak berwenang setempat mengirimkan tim tanggap darurat ke lokasi kejadian. Tim tersebut kemudian menguburkan 49 korban di kuburan massal yang telah disiapkan di lokasi.

Di lokasi kejadian, petugas penyelamat menemukan beberapa mayat di sekitar dan di bawah truk yang mogok. Menurut temuan awal, kendaraan tersebut tampaknya tersesat sebelum mogok, di daerah yang sangat terpencil di Sahara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia