Bayi Palestina 7 Bulan Tewas Ditembak Tentara Israel di Tepi Barat
Seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan tewas akibat tembakan tentara Israel di al-Khalil, Tepi Barat.
JAKARTA – Seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan, Sam Fahd Abu Haikal, dilaporkan tewas akibat tembakan tentara Israel saat berada di dalam mobil bersama kedua orang tuanya di Kota al-Khalil (Hebron), Tepi Barat bagian selatan, Jumat (5/6/2026).
Kedua orang tua Sam mengalami luka dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bayi tersebut meninggal dunia akibat tembakan yang dilepaskan pasukan Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan personelnya mencurigai sebuah kendaraan yang bergerak mendekat ke arah mereka. Dalam keterangannya, IDF menyebut pasukannya melepaskan tembakan dan mengakui tiga warga Palestina mengalami luka serta dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
"Insiden tersebut sedang ditinjau," demikian pernyataan IDF. Militer Israel juga menyampaikan penyesalan atas kerugian yang dialami pihak yang tidak terlibat.
Menurut laporan Reuters, nenek korban mengatakan keluarganya saat itu sedang berkendara dan telah menghentikan kendaraan ketika melihat iring-iringan militer Israel melintas dari kejauhan.
"Satu peluru mengenai cucu saya, menembus wajahnya dan melintasi kepalanya, kemudian mengenai pipi ibunya dan bersarang di sana," kata nenek korban.
Ia mengatakan peluru tersebut juga mengenai jari ayah bayi tersebut, sementara sang ibu masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Seorang saksi mata yang berada di lokasi membantah keterangan yang menyebut kendaraan keluarga korban bergerak ke arah pasukan Israel.
"Mobil itu sudah berhenti sebelum kendaraan militer Israel lewat," ujarnya.
Menurut saksi tersebut, suara tembakan semula diduga sebagai tembakan peringatan sebelum kemudian diketahui mengenai keluarga tersebut.
Hamas Kecam Penembakan
Hamas mengecam kematian bayi berusia tujuh bulan tersebut dan menyatakan peristiwa itu tidak akan mengurangi tekad rakyat Palestina untuk terus melawan pendudukan Israel.
Dalam pernyataannya, Hamas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan kesembuhan bagi kedua orang tuanya yang terluka.
Kelompok tersebut juga menyerukan kepada komunitas internasional serta organisasi hak asasi manusia, khususnya lembaga yang bergerak di bidang perlindungan anak, agar mengambil langkah untuk menghentikan kekerasan dan mendorong pertanggungjawaban para pelaku.
Menurut data yang dikutip dalam laporan tersebut, sedikitnya 1.078 warga Palestina telah tewas akibat serangan pasukan Israel dan pemukim Israel di Tepi Barat sejak Oktober 2023, ketika perang di Jalur Gaza dimulai. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


