Advertisement
Peristiwa Internasional

Iran Ancam Perluas Perang ke Luar Teluk Persia jika AS Lanjutkan Konflik

Iran mengancam akan memperluas jangkauan perang hingga ke luar Teluk Persia jika AS melanjutkan konflik. Penasihat militer Khamenei, Mohsen Rezaei, menegaskan syarat kesepakatan damai bergantung pada pencairan aset Iran senilai 24 miliar dolar AS ole

TIMES Indonesia,
Iran Ancam Perluas Perang ke Luar Teluk Persia jika AS Lanjutkan Konflik
Rudal-rudal Iran terlihat diluncurkan untuk menyerang target yang telah ditentukan. (FOTO: Press TV)
A-AA+

Jakarta Republik Islam Iran menyatakan kesiapannya untuk memperluas dan memperpanjang jangkauan perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, jika kedua negara tersebut terus melanjutkan agresinya.

Ancaman tersebut disampaikan oleh Mohsen Rezaei, penasihat militer Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Mojtaba Khamenei, dalam wawancara eksklusif dengan CNN di Teheran, Iran. Rezaei menegaskan bahwa Iran akan "memperpanjang perang" hingga ke luar Teluk Persia jika AS memilih melanjutkan konflik.

Advertisement

Menurut pejabat senior Iran ini, potensi kesepakatan perdamaian antara kedua negara kini sepenuhnya bergantung pada kesediaan pemerintahan Donald Trump untuk melepaskan aset Iran yang dibekukan senilai 24 miliar dolar AS (sekitar Rp384 triliun). Ia memperingatkan bahwa AS akan "memasuki koridor gelap" jika tetap memilih jalur pertempuran.

"Negosiasi mengalami kebuntuan, dan Presiden AS Donald Trump harus memecahkan kebuntuan ini. Bola sekarang ada di tangan Trump," ujar Rezaei, Minggu (7/6/2026).

Ujian Kepercayaan dan Perluasan Operasi Militer

Dalam wawancara tersebut, Rezaei memaparkan visi strategis pascaperang Iran, nasib Selat Hormuz, serta langkah antisipasi jika negara tersebut kembali mendapat serangan. Terkait tuntutan pelepasan aset, ia menyebutnya sebagai langkah awal untuk membangun kepercayaan antar-negara.

"Potensi pelepasan dana oleh pemerintahan Trump akan membuka cakrawala baru bagi masa depan hubungan Iran dan Amerika. Jika Trump ingin mencapai kesepakatan, dana 24 miliar dolar AS ini adalah ujian kepercayaan. Ini ujian yang harus dilewati Amerika agar jalan komunikasi terbuka. Itu uang kami sendiri, bukan uang Amerika," tegas Rezaei.

Jika ujian kepercayaan ini gagal dan AS memilih melanjutkan konflik, Rezaei memperingatkan bahwa operasi militer Iran akan meluas dari Selat Hormuz hingga ke Samudra Hindia, Selat Bab al-Mandab, Laut Merah, dan Laut Mediterania.

Advertisement

"Kami akan memberikan dimensi baru pada perang ini dengan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika lainnya, yang sebenarnya sudah kami targetkan selama ini," tambahnya, meski ia menilai probabilitas terjadinya perang skala kecil terhitung rendah.

Menolak Pertemuan dengan Donald Trump

Mengenai pernyataan Donald Trump yang mengaku sangat ingin dan merasa "terhormat" jika bisa bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei demi meredakan ketegangan, Rezaei secara tegas menolak kemungkinan tersebut.

"Pertemuan itu tidak akan terjadi. Saat ini kita baru berada di tahap awal negosiasi, dan Tuan Trump telah menghentikan proses tersebut. Jadi, pertemuan itu tidak akan terjadi," tandasnya.

Kedaulatan Selat Hormuz dan Kesiapan Perang Darat

Terkait pengelolaan Selat Hormuz—jalur air vital yang dilalui seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia—Rezaei menegaskan kembali bahwa Iran dan Oman memiliki kedaulatan penuh atas wilayah tersebut dan akan mengelolanya bersama.

Ia menepis anggapan bahwa Iran menarik pungutan tol di selat tersebut. Rezaei meluruskan bahwa kebijakan itu merupakan biaya pemeliharaan jalur, karena Iran menilai tidak seharusnya menanggung sendiri seluruh biaya pengelolaan selat strategis tersebut.

Lebih lanjut, Rezaei meragukan keberlanjutan kesepakatan nuklir di bawah pemerintahan Trump. Ia menyoroti rekam jejak Trump yang menarik diri sepihak dari perjanjian nuklir Iran tahun 2015 (JCPOA) serta strategi "ambiguitas" yang kerap diterapkan Trump dalam perundingan.

Jika jalur diplomasi ini menemui jalan buntu total, Rezaei menyatakan Iran siap menghadapi potensi invasi militer AS ke wilayah kedaulatannya.

"Dunia akan memahami kemampuan Iran yang sebenarnya, karena kekuatan angkatan darat kami berkali-kali lipat lebih besar daripada kemampuan rudal kami," pungkas Rezaei kembali menegaskan kesiapan Iran memperluas perlawanan terhadap AS dan Israel jika konflik terus berlanjut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia