Advertisement
Peristiwa Internasional

Teror Tak Jua Sirna, Tentara Israel Menculik Warga dan Profesor Palestina

Profesor Ilmu Politik Palestina, Bilal Al-Shobaki diculik dari rumahnya setelah tentara Israel melakukan serangkaian serangan di kota al-Khalil, selatan Tepi Barat.

TIMES Indonesia,
Teror Tak Jua Sirna, Tentara Israel Menculik Warga dan Profesor Palestina
Kendaraan milik warga Palestina yang dibakar pemukim Israel. (FOTO: Press TV)
A-AA+

JAKARTA Bukan hanya melakukan pembunuhan, tentara Israel juga melakukan penculikan terhadap warga Palestina, termasuk seorang profesor, Minggu tengah malam di Tepi Barat.

Profesor Ilmu Politik Palestina, Bilal Al-Shobaki diculik dari rumahnya setelah tentara Israel melakukan serangkaian serangan di kota al-Khalil, selatan Tepi Barat.

Advertisement

Serangan itu termasuk di rumah Bilal Al-Shobaki, kemudian mereka menculiknya setelah menyerang rumahnya, lapor media WAFA seperti dilansir Press TV, Minggu (7/6/2026). 

Kekejaman tidak hanya dilakukan tentara Israel terhadap warga Palestina, para pemukim Israel juga melakukan kejahatan yang sama.

Bilal Al-Shobaki adalah seorang akademisi Palestina juga seorang analis politik dan menjabat sebagai kepala Departemen Ilmu Politik di Universitas Hebron.

Tentara Israel menyerbu kota, menggerebek rumahnya dan menggeledah kemudian menculiknya.

Dalam penggerebekan lain pada Minggu pagi tadi di desa Qira, di provinsi Salfit, Tepi Barat bagian tengah, tentara Israel juga menculik tiga bersaudara.

Advertisement

WAFA yang mengutip sumber lokal melaporkan, bahwa pasukan Israel menyerbu desa tersebut, menggerebek rumah keluarga Bakr, dan melakukan penggeledahan selama lebih dari dua jam.

Setelah menggerebek rumah keluarga Bakr, tentara Israel menculik tiga bersaudara, Udai, Saddam, dan Hasan Adel Bakr.

Selama penggerebekan itu tentara merusak dan menghancurkan rumah mereka.

Pasukan Israel dan para pemukim telah meningkatkan serangan mereka terhadap warga Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki, dengan beberapa insiden terjadi semalam Sabtu hingga Minggu.

Mengutip sumber keamanan lokal di Palestina, WAFA melaporkan, para pemukim Israel menyerang kendaraan warga Palestina pada hari Minggu tak lama setelah tengah malam di selatan Betlehem, menyebabkan kepanikan diantara para penumpang.

"Sekelompok pemukim berkumpul di persimpangan menuju pemukiman Efrat, yang dibangun di atas tanah Palestina, memblokir jalan utama, dan melempari kendaraan yang lewat dengan batu, menyebabkan kepanikan di antara para pengendara di daerah tersebut," tulis laporan itu.

Pada hari Sabtu, para pemukim menyerang seorang pria Palestina, putranya, dan dua wanita saat mereka berada di tanah mereka di kota Al-Khader.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan pada tanggal 25 Mei bahwa serangan militer Israel, penghancuran, dan kekerasan pemukim di Tepi Barat yang diduduki terus menyebabkan pengungsian meluas dan penghancuran properti sipil.

Dalam laporan terbarunya pada bulan Juni, OCHA mendokumentasikan lebih dari 950 insiden terkait perilaku pemukim di lebih dari 230 komunitas Palestina, yang mengakibatkan cedera, kehilangan rumah, dan kerusakan lahan pertanian serta infrastruktur air.

Lembaga tersebut juga menyoroti serangan militer Israel yang berulang kali dan pembatasan pergerakan yang semakin memecah belah komunitas Palestina dan sangat membatasi akses ke layanan dasar.

Sejak 7 Oktober 2023, ketika Israel melakukan genosida di Gaza, pasukan bersama pemukim Israel telah membunuh setidaknya 1.155 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, melukai sekitar 11.750 lainnya, dan menculik sekitar 22.000 orang, menurut angka resmi Palestina. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia